Penulis: Kalila Azzahra Pasya
Pada Pemetaan Geologi tahun ini membawa saya menuju Desa Kuwawur, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Selama kegiatan, kami tinggal di rumah Pak Huda yang menerima kami dengan hangat. Suasana desa yang tenang menjadi latar kegiatan pemetaan selama beberapa pekan. Setiap hari, kami memulai perjalanan menuju titik pengamatan, melewati jalur yang minim jalan setapak. Medan yang harus ditempuh cukup bervariasi, dari jalanan beraspal, melewati ladang jagung, menyusuri sungai, dan mendaki perbukitan, bahkan beberapa kali bertemu ular di perjalanan.

Di sela-sela kegiatan pemetaan, kami menyempatkan diri untuk berkumpul di Alun-Alun Purwodadi bersama kelompok lain. Momen ini menjadi ajang bertukar cerita, berbagi pengalaman lapangan, sekaligus melepas penat setelah beberapa hari menghadapi medan yang menantang. Suasana hangat dan tawa yang tercipta membuat kebersamaan selama kuliah lapangan semakin berkesan.
Salah satu fitur geologi lokal yang menarik di wilayah ini adalah tambang batu kapur milik CV. Tri Lestari. Penambangan batugamping di sini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari material konstruksi hingga bahan baku manufaktur. Mengamati proses penambangan secara langsung memberikan gambaran nyata tentang bagaimana hasil pengamatan di lapangan terhubung dengan pemanfaatan sumber daya alam oleh masyarakat dan industri.
Hasil pemetaan ini memiliki potensi kontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya lokal. Data mengenai persebaran, kualitas, dan karakteristik batugamping dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan tambang yang lebih berkelanjutan. Selain itu, informasi geologi ini dapat membantu perencanaan tata ruang wilayah, terutama dalam memperhatikan kestabilan lereng di area penambangan. Dengan demikian, kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran akademis, tetapi juga memberi manfaat praktis bagi pengelolaan potensi geologi di Desa Kuwawur dan sekitarnya.
Humas Departemen | Oktober 2025