Yogyakarta, 22 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris menandatangani Joint Development Agreement (JDA) Project Beyond Energy Katrili untuk mengembangkan inovasi pemanfaatan energi panas bumi menjadi pupuk ramah lingkungan. Kerja sama ini dilakukan di tengah kebutuhan nasional akan solusi energi berkelanjutan dan ketahanan pangan, dengan pendekatan riset terukur yang mengolah endapan silika geotermal menjadi pupuk cair berbasis nanoteknologi.
SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab
Penulis: Raihan Arandasatya Budi
Pemetaan geologi merupakan salah satu fondasi utama dalam ilmu kebumian. Kegiatan ini tidak hanya menuntut pemahaman teoritis tentang struktur dan komposisi batuan, tetapi juga kemampuan aplikatif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mendokumentasikan kondisi geologi suatu area secara langsung di lapangan. Bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2023, kuliah lapangan pemetaan geologi menjadi momen penting untuk mengaplikasikan seluruh pengetahuan teoritis ke dalam praktik nyata.
Penulis: Rayhan Duta Nirwana
Pemetaan geologi merupakan aspek yang fundamental bagi seorang geologis, karena menjadi dasar untuk memahami persebaran litologi, struktur geologi, sejarah geologi, hingga potensi sumber daya suatu daerah. Bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kegiatan pemetaan lapangan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kemampuan analisis dan interpretasi terhadap fenomena geologi yang dijumpai langsung di lapangan. Pada kegiatan pemetaan geologi mandiri yang dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan 2023, dilakukan pada fisiografis Zona Rembang yang melampar dari Purwodadi hingga ke Tuban. Zona ini dikenal sebagai jalur lipatan dan sesar yang merupakan satu sistem antiklinorium Zona Rembang.
Penulis: Pelangi Avaya N. S.
Kegiatan pemetaan geologi di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, meliputi wilayah Desa Sukolilo, Porangparing, Kedungwinong, Sumbersuko, Kuwawur, dan Baleadi, dilaksanakan untuk memetakan kondisi litologi, struktur geologi, serta morfologi permukaan. Survei dilakukan dengan mengumpulkan data singkapan batuan, pengukuran orientasi struktur (sesar, kekar, perlapisan), dan observasi bentuklahan. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk memahami sejarah geologi daerah, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penataan ruang yang memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis: Samuel Febriano Arya Saputra
Desa Nglebur yang terletak di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyimpan kekayaan alam yang tidak hanya terbatas pada hutan jati khas Blora, tetapi juga pada bentang geologinya yang unik. Wilayah ini merupakan salah satu kawasan dengan sejarah geologi panjang, yang terlihat jelas dari variasi batuan penyusunnya. Secara stratigrafi, Desa Nglebur tersusun atas empat formasi utama, yaitu Formasi Lidah, Wonocolo, Ledok, dan Mundu. Formasi Lidah didominasi oleh endapan napal yang mencerminkan lingkungan pengendapan laut tenang, sedangkan Formasi Wonocolo tersusun atas perselingan grainstone dan packstone yang menunjukkan aktivitas pengendapan karbonat berenergi lebih tinggi. Sementara itu, Formasi Ledok memiliki litologi berupa napal dengan sisipan batugamping, dan Formasi Mundu didominasi oleh lempung hitam yang kaya material organik. Keempat formasi ini menjadi saksi bagaimana kawasan Nglebur dahulu merupakan lingkungan laut yang kemudian mengalami perubahan hingga akhirnya terangkat ke daratan akibat aktivitas tektonik.
Penulis: Haidar Pramudito
Pemetaan Geologi Mandiri 2025 kembali menjadi ajang pembuktian kemampuan mahasiswa Departemen Teknik Geologi dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di kelas. Salah satu cerita lapangan datang dari kavling kami di kelompok 4, Kavling nomor 77, yang membentang di dua kabupaten di Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Pati dan Kabupaten Grobogan. Selama hampir tiga minggu, tim berjuang di bawah terik matahari, melewati jalan sempit hingga jalur trekking, demi mengungkap rahasia geologi Miosen di wilayah ini.
Penulis: Najwa Millati Azka
Pemetaan Geologi merupakan salah satu mata kuliah wajib di Program Studi Teknik Geologi UGM, yang dilaksanakan pada semester lima. Sebelum terjun ke lapangan secara mandiri, mahasiswa dibekali teori dan praktik lapangan melalui mata kuliah Metode Geologi Lapangan di semester empat, serta Kuliah Lapangan di Kampus Lapangan Geologi UGM yang ada di Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah atau sering disebut KL Bayat. Pada KL Bayat, mahasiswa berlatih melakukan pemetaan dengan sistem buddy dengan salah satu teman kelompok yang telah dibagi secara undian di awal semester empat. Selama KL Bayat kami-mahasiswa melakukan pemetaan di lintasan yang telah ditentukan, serta pemetaan kavling mandiri. Setelah di siang hari melakukan pekerjaan lapangan, pada malam hari selama KL bayat aka nada ujian petrologi dan struktur, serta pembuatan laporan harian hasil dari pekerjaan lapangan pada hari itu. KL Bayat diakhiri dengan pembuatan dan presentasi poster manual hasil pemetaan pada kavling kelompok.
Penulis: M.Tegar Kresna Bayu

Ledok merupakan sebuah desa di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan luas sekitar 10 km². Wilayah ini terdiri dari hutan, kebun, lahan pertanian, dan permukiman. Secara geologis, daerah ini termasuk dalam Zona Rembang, bagian utara Cekungan Jawa Timur.
Ledok berada di sebelah barat–laut Cepu dalam Zona Rembang di tepi barat Cekungan Jawa Timur–Laut Jawa. Zona ini adalah jalur lipatan–sesar berarah umum barat–timur yang terbentuk akibat kompresi Neogen serta inversi struktur lebih tua di tepi utara Jawa. Di tingkat cekungan, Ledok termasuk segmen Northeast Java Basin yang terkenal sebagai provinsi migas.
Penulis: John Oliver Home
Kuliah lapangan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran geologi karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di kelas langsung pada kondisi alam sesungguhnya. Salah satu pengalaman berharga yang saya ikuti adalah kegiatan kuliah lapangan di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wilayah ini memiliki karakteristik geologi yang unik, sehingga menjadi laboratorium alam yang ideal untuk mempelajari hubungan antara litologi, struktur geologi, dan potensi sumber daya lokal.
Penulis: Muhammad Irfan Dwi Nugroho

Kegiatan pemetaan geologi di Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, dilaksanakan dilakukan dengan tujuan memahami secara menyeluruh kondisi geologi permukaan wilayah tersebut. Proses pemetaan diawali dengan persiapan peta dasar dan rencana lintasan yang disesuaikan dengan morfologi dan akses menuju singkapan. Selama kegiatan lapangan, setiap singkapan yang ditemukan diamati secara detail, mencakup warna, tekstur, struktur, ukuran butir, serta tingkat pelarutan batuan. Pengukuran orientasi bidang perlapisan (strike dan dip) dilakukan menggunakan kompas geologi untuk memetakan arah dan kemiringan lapisan batuan. Dokumentasi visual melalui foto dan sketsa lapangan dilengkapi dengan pencatatan koordinat menggunakan GPS, sehingga posisi setiap titik pengamatan dapat dipetakan secara presisi. Selain itu, dilakukan juga pengambilan sampel batuan untuk analisis lebih lanjut. Kegiatan pemetaan berlangsung selama ±18 hari dengan 2 hari waktu istirahat. Pengamatan lapangan dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya. Basecamp kegiatan berlokasi di Desa Bancang, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.Kabupaten Rembang.