Dari Pemetaan ke Potensi: Mengenal Fitur Geologi Lokal di Area Pemetaan Sadeng dan Sekitarnya untuk Mendukung Keberlanjutan

 

Sadeng dan daerah sekitarnya mungkin terlihat seperti kawasan biasa di Kota Semarang. Namun, di balik perbukitan, sungai, dan permukimannya, terdapat bentang alam yang terbentuk melalui proses geologi dalam waktu yang sangat panjang. Melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri, kondisi tersebut dapat dipelajari secara langsung sekaligus memperkenalkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu yang menarik adalah Curug Gribik, yang berada di dalam area pemetaan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Curug Gribik tidak hanya menawarkan pemandangan dan suasana alami, tetapi juga menunjukkan bagaimana kondisi alam dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Di sekitar air terjun terdapat singkapan batuan yang memperlihatkan lapisan-lapisan penyusun wilayah tersebut. Saat ini Curug Gribik telah dimanfaatkan sebagai tempat wisata, meskipun belum terlalu ramai, dan airnya juga digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi wisata alam sekaligus sumber daya air yang dapat terus dikembangkan. Dengan pengelolaan yang tepat, Curug Gribik berpeluang menjadi salah satu bagian dari potensi wisata lokal tanpa menghilangkan karakter alam yang menjadi daya tarik utamanya.

Namun, potensi alam bukan satu-satunya cerita di area pemetaan. Di wilayah yang sama juga terdapat aktivitas pertambangan yang masih berlangsung. Kehadiran kegiatan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan geologi di Sadeng juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Di sisi lain, beberapa lokasi di wilayah pemetaan diketahui cukup sering mengalami longsor, bahkan terdapat rumah yang terdampak. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan lingkungan perlu berjalan berdampingan dengan pemahaman terhadap kondisi alam dan risiko yang mungkin muncul. Hasil pemetaan dapat membantu mendokumentasikan kondisi wilayah, mengenali fitur-fitur geologi, serta memberikan informasi awal mengenai area yang memiliki potensi maupun risiko sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengelolaan wilayah.

 

 

 

 

 

 

Pada akhirnya, pemetaan geologi bukan hanya tentang membuat peta atau mengenali jenis batuan. Di area ini, pemetaan menjadi salah satu cara untuk memahami hubungan antara alam dan kehidupan masyarakat mulai dari air yang dimanfaatkan sehari-hari, potensi Curug Gribik sebagai wisata lokal, pemanfaatan sumber daya melalui pertambangan, hingga risiko longsor yang perlu diperhatikan. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan melalui upaya memahami dan mengurangi risiko bagi masyarakat, serta SDG 15 tentang ekosistem daratan melalui pengenalan dan pengelolaan lingkungan alam secara berkelanjutan. Dengan mengenali potensi sekaligus menjaga kondisi lingkungannya, hasil pemetaan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong Sadeng agar tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga tetap terjaga untuk masyarakat di masa mendatang.

Penulis: Stefanie Arbiana Chantika

 

Humas Departemen | Agustus 2026