Mengungkap Potensi Geologi Banjarnegara Pemetaan Geologi, Struktur Tektonik, dan Potensi Geothermal

Kegiatan kuliah lapangan geologi di Banjarnegara merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk menerapkan ilmu geologi secara langsung melalui aktivitas pemetaan pada masing-masing kavling. Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi dan deskripsi singkapan, identifikasi litologi, pengukuran orientasi lapisan dan struktur geologi, pengamatan alterasi, serta pencatatan posisi setiap titik pengamatan. Di daerah Suwidak, dijumpai perselingan batulempung dan batupasir dengan struktur menghalus ke atas (fining upward) yang memiliki orientasi N245°E/66°. Data tersebut memberikan informasi mengenai proses sedimentasi serta deformasi yang dialami batuan setelah pengendapannya. Pemetaan juga dilakukan untuk mengetahui persebaran batuan dan struktur geologi sehingga dapat disusun gambaran kondisi geologi daerah penelitian secara lebih sistematis.

Hasil pemetaan menunjukkan adanya berbagai fitur geologi lokal yang mencerminkan sejarah geologi Banjarnegara yang kompleks. Di daerah Bantar ditemukan alterasi pirit yang berkembang di sekitar intrusi diorit berumur Miosen dan menunjukkan adanya aktivitas hidrotermal yang berhubungan dengan proses magmatisme. Selain itu, dijumpai sesar geser dengan orientasi N23°E/20° yang menunjukkan adanya deformasi tektonik. Di daerah Gumingsir ditemukan lipatan rebah dengan orientasi sayap kanan N275°/57° dan sayap kiri N300°E/58°. Keberadaan struktur tersebut menunjukkan bahwa batuan di daerah penelitian telah mengalami deformasi yang cukup kuat dan dapat digunakan untuk memahami arah serta karakter gaya tektonik yang bekerja pada wilayah tersebut.

Data yang diperoleh melalui kegiatan pemetaan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman kondisi dan potensi wilayah secara lokal. Informasi mengenai litologi, alterasi, sesar, dan lipatan dapat menjadi data dasar untuk mengidentifikasi potensi sumber daya maupun potensi bahaya geologi. Zona alterasi di sekitar intrusi dapat menjadi indikasi untuk penelitian lebih lanjut mengenai mineralisasi, sedangkan keberadaan sesar dan lipatan dapat dipertimbangkan dalam kajian kestabilan lereng, air tanah, maupun perencanaan pembangunan. Selain itu, daerah Kalibening memiliki potensi geothermal yang berkaitan dengan kondisi geologi dan aktivitas hidrotermal. Pemahaman mengenai kondisi geologi permukaan melalui pemetaan dapat menjadi informasi awal dalam mendukung penelitian dan pengembangan potensi panas bumi secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan pemetaan geologi tersebut juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Kajian potensi geothermal di Kalibening mendukung SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pemanfaatan potensi energi terbarukan dan rendah karbon. Informasi geologi juga mendukung SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) karena dapat menjadi dasar dalam pembangunan infrastruktur yang mempertimbangkan kondisi geologi wilayah, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pemahaman potensi bahaya geologi dan perencanaan wilayah yang lebih aman. Secara keseluruhan, kegiatan kuliah lapangan tidak hanya memberikan pengalaman akademik dalam memahami proses geologi, tetapi juga menunjukkan bagaimana data geologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya, mitigasi risiko, dan pembangunan wilayah Banjarnegara yang lebih berkelanjutan.

Penulis: Muhammad Kevanda Kitra

 

Humas Departemen | Oktober 2026