Mengenal Wadaslintang melalui Singkapan dan Bentang Alamnya

Pemetaan Geologi Mandiri merupakan salah satu kesempatan bagi mahasiswa Teknik Geologi untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan secara langsung di lapangan. Saya berkesempatan melakukan pemetaan di daerah Trimulyo dan sekitarnya, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Daerah ini menyimpan kondisi geologi yang cukup menarik dengan bentang alam perbukitan, vegetasi yang cukup lebat, serta singkapan batuan yang tersebar di berbagai lokasi. Selama pemetaan, saya tidak hanya belajar mengenali batuan dan struktur geologi, tetapi juga memahami medan serta berinteraksi dengan masyarakat yang tinggal di sekitar daerah pemetaan.

Secara geologi, daerah Wadaslintang memiliki keragaman batuan dan struktur geologi yang cukup kompleks. Kenampakan sesar, lipatan, dan kekar dapat dijumpai di beberapa lokasi, serta perbedaan arah kemiringan lapisan di setiap STA menjadi salah satu kenampakan yang menarik selama pemetaan. Kondisi geologi tersebut turut memengaruhi perkembangan bentang alam yang didominasi oleh perbukitan terdenudasi. Pada beberapa sungai juga dijumpai bangunan bendung atau dam yang menunjukkan adanya pemanfaatan aliran sungai untuk menunjang kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah tersebut.

Salah satu hal yang cukup menarik selama pemetaan adalah kenampakan batupasir dan batulanau yang pada beberapa lokasi menunjukkan warna kehijauan. Warna tersebut kemudian berangsur berubah menjadi lebih keabu-abuan setelah beberapa hari sampelnya diambil dari singkapan. Perubahan warna ini diduga berkaitan dengan kondisi reduksi yang memengaruhi karakter batuan.

Di tengah kegiatan pemetaan, kami juga mendapatkan pengalaman yang tidak terduga ketika secara tidak sengaja bertemu dengan seorang alumni UGM dari Fakultas Geografi yang kini menjadi dosen di Universitas Sriwijaya. Pertemuan tersebut berlanjut dengan makan malam bersama sekaligus berbagi cerita mengenai kegiatan pemetaan. Beliau juga turut menjelaskan mengenai kondisi geomorfologi Wadaslintang, sehingga menjadi tambahan wawasan yang menarik di tengah kegiatan lapangan.

Kegiatan pemetaan geologi mandiri di wilayah Wadaslintang tidak hanya memberikan pengalaman dalam memahami kondisi geologi setempat, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mengenali potensi dan kondisi lingkungan wilayah tersebut. Informasi mengenai persebaran batuan, bentuklahan, dan jaringan sungai dapat menjadi informasi pendukung dalam memahami kondisi wilayah serta sumber daya air di sekitarnya. Keberadaan dam pada beberapa aliran sungai juga menunjukkan pemanfaatan sumber daya air yang memiliki peranan bagi masyarakat setempat. Kegiatan ini turut mencerminkan SDG 4 melalui penerapan pembelajaran geologi secara langsung di lapangan dan SDG 6 melalui pemahaman terhadap kondisi serta pemanfaatan sumber daya air. Pada akhirnya, pemetaan di Wadaslintang memberikan pengalaman bahwa pemahaman mengenai kondisi geologi tidak hanya penting untuk kepentingan akademis, tetapi juga dapat membantu mengenali hubungan antara kondisi bumi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Penulis: Nur Khafifah Parawansyah

 

Humas Departemen | Oktober 2026