Dibuka kesempatan bagi mahasiswa Program Sarjana, Magister, dan Doktor Teknik Geologi FT UGM untuk mengikuti exchange program dengan beasiswa menarik di Lakehead University, Canada dengan persyaratan sebagai berikut:
Dibuka kesempatan bagi mahasiswa Program Sarjana, Magister, dan Doktor Teknik Geologi FT UGM untuk mengikuti exchange program dengan beasiswa menarik di Lakehead University, Canada dengan persyaratan sebagai berikut:
1. Sari :
Jalan Raya Talegong, Garut, Jawa Barat adalah jalan provinsi yang menghubungkan Garut dan
Bandung. Jalan ini berlokasi di antara perbukitan tinggi berlereng curam yang memiliki potensi bencana
tanah longsor. Untuk mengetahui karakteristik geologi dan geologi teknik di sekitar KM 2,3 – KM 6,7
diperlukan dengan membuat peta. Metode yang digunakan pada daerah penelitian adalah pemetaan
geologi teknik (litologi, geomorfologi, geologi struktur, dan kualitas massa batuan) dan analisis
laboratorium sifat indeks tanah dan batuan, uji geser, analisis petrografi dan uji uniaxial comprehensive
strength. Hasil dari pemetaan geologi teknik, pada aspek litologi tersusun atas satuan andesit afanitik
dan satuan andesit porfiritik, lalu aspek geomorfologi tersusun atas perbukitan tinggi berlereng cukup
curam hingga sangat curam. Aspek struktural tersusun atas arah gaya utama NWW – SEE. Daerah
penelitian terbagi menjadi tiga satuan pada peta geologi teknik: Satuan A, B dan C dengan nilai
klasifikasi RMR berurutan good rock (R2 – R6) dengan lereng cukup curam dan keberadaan struktur
yang jarang, fair rock (R1 – R5) dengan lereng curam – sangat curam dan keberadaan struktur yang
cukup melimpah, dan poor rock (R1 – R3) dengan lereng sangat curam dan keberadaan struktur
melimpah. Penilaian stabilitas lereng pada Jalan Raya Talegong dilakukan pada segmen lereng di sisi
timur Jalan Raya Talegong di KM 2.7; lalu KM 5.1 – KM 5.6; dan KM 6.1 dan KM 6.5. Penilaian ini
dilakukan pemodelan faktor keamanan dengan mengasumsi rekayasa nilai keamanan Jalan Raya
Talegong dari kilometer 2.1 hingga kilometer 7. Sepanjang Jalan Raya Talegong memiliki nilai faktor
keamanan longsor stabil (FS < 1) kecuali pada kilometer 6.5 yang memiliki nilai faktor keamanan
longsor labil (FS > 1) (0.963).
1. Sari :
Sector collapse merupakan longsoran pada tubuh gunung api yang menghasilkan morfologi torehan kaldera berbentuk tapal kuda dan perbukitan hummocky yang tersusun atas endapan debris avalanche. Studi mengenai morfometri, distribusi endapan, dan penjajaran perbukitan hummock diperlukan untuk mengetahui sumber endapan dan proses deposisi penyebaran endapan debris avalanche. Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung api yang ada di Jawa yang memiliki torehan kaldera sebesar 7 km yang membuka ke arah tenggara (N135oE) dan perbukitan hummock yang menutupi area ±32 km2
. Pada pengamatan lapangan perbukitan hummock, endapan tersusun atas fasies blok lava dan fasies campuran. Fasies blok tersebar pada area yang dekat dengan sumber sedangkan fasies campuran tersebar secara merata. Pada pengamatan petrografi, blok lava dan fragment fasies campuran tersusun atas batuan andesit dan basal. Morfometri perbukitan hummock memiliki luas antara 500 – 380.000 m2 , rasio elongasi antara 1.3 – 3.9. Perbukitan hummock tersebar dari 0,5 – 20 km dari puncak Gunung Galunggung. Orientasi perbukitan hummock menyimpang dari arah aliran utama membentuk berbagai sudut. Orientasi perbukitan hummock dibagi menjadi parallel (0 – 45o) dan tegak lurus (45 – 90o). ukuran maksimal perbukitan hummock menurun seiring bertambahnya jarak dari sumber. Kesejajaran perbukitan hummock juga berubah dari tegak lurus ke parallel. Pola penyebaran endapan debris avalanche ini merupakan tipe aliran menyebar bebas.
1. Sari :
Kompleks Gunung Api “HP” merupakan bagian dari rangkaian gunung api Kuarter di Pulau Jawa. Berdasarkan pemetaan di permukaan dan data analisis dari peneliti terdahulu, pembentukan kompleks gunung api ini dibagi menjadi 3 tahap yaitu prakaldera, pembentukan kaldera, dan pasca-kaldera dengan produk vulkanisme yang tersusun dari lava, batuan piroklastik, dan vulkaniklastik dengan komposisi mineral berupa plagioklas, piroksen, hornblend, mineral opak, mineral oksida, gelas vulkanik, dan litik. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik batuan dan estimasi batas endapan pra, pembentuk, dan pasca-kaldera Kompleks Gunung Api “HP” berdasarkan data sumur pemboran “X”. Penelitian didahului dengan identifikasi karakteristik petrologi sampel cutting menggunakan metode analisis binokuler, petrografi, dan pendekatan stratigrafi untuk kemudian dijadikan sebagai dasar dalam penentuan batas dari tiap-tiap fase aktivitas vulkanisme di kompleks gunung api tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa endapan pra-kaldera tersusun
dari breksi tuf, tuf, dan lava andesit, sedangkan endapan pembentuk kaldera tersusun dari breksi tuf pada bagian bawah dan aliran tuf (ignimbrit) dengan pumis terakumualsi di lapisan teratas. Sementara itu, endapan pasca-kaldera tersusun dari lava andesit, tuf, dan breksi tuf dengan keterdapatan skoria pada lapisan terdangkal. Secara keseluruhan, komposisi mineralogi batuan sumur pemboran “X” tersusun dari plagioklas, orthopiroksen, klinopiroksen, hornblend, gelas vulkanik, litik batuan, mineral opak, dan mineral oksida. Tekstur yang dijumpai pada endapan pra-kaldera yaitu porfiritik, vitrovirik, trakitik, vesikuler, intersertal, sieve, dan zoning. Tekstur yang dijumpai pada ignimbrit pembentuk kaldera adalah trakitik dan vesikuler pada litik batuan, sieve pada kristal plagioklas, sferulit pada gelas vulkanik, dan jejak perlit pada pumis. Sementara itu, tekstur pada endapan pasca-kaldera terdiri dari porfiritik, vitrovirik, trakitik, vesikuler, glomeroporfiritik, dan sieve serta zoning pada plagioklas. Korelasi dengan kolom stratigrafi menunjukkan bahwa batas endapan pra dan pembentuk kaldera adalah sekitar 1517 mMD atau 64 mdpl, sedangkan batas endapan pembentuk dan pasca-kaldera adalah
sekitar 987 mMD atau 604 mdpl. Batas ini lebih dalam dari perkiraan kedalaman endapan berdasarkan data sayatan geologi regional. Namun, hal tersebut masih wajar karena pembuatan sayatan regional belum dikorelasi dengan struktur bawah permukaan yang mungkin terbentuk selama periode subsiden kaldera.
1. Sari :
Sub-Cekungan Madura adalah bagian dari Cekungan Jawa Timur yang merupakan cekungan belakang busur, dinamai letak geografisnya yang berada di Selat Madura (Bransden & Matthews, 1992). Eksplorasi di daerah Selat Madura telah berjalan cukup lama dari tahun 1967 yang dilakukan oleh Citic Service sampai dengan sekarang dan merupakan salah satu bagian kontrak kerja lapangan gas bumi Region IV sampai dengan tahun 2032. Kondisi geologi dari cekungan ini sendiri secara regional cukup menarik untuk dibahas, ditambah dengan potensi sebagai salah satu cekungan penghasil hidrokarbon di Indonesia.
1. Sari :
Pembangunan terowongan 1 Jalan Tol Ruas Sigli ± Banda Aceh merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidie. Lokasi pembangunan terowongan 1 secara administrasi berada di Gampong Pulo Hagu, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik geologi teknik meliputi batuan dan tanah, geomorfologi, struktur geologi dan kondisi air tanah serta untuk mengetahui kondisi kestabilan lereng portal inlet dan outlet terowongan. Pengambilan data lapangan permukaan dilakukan dengan melakukan pemetaan geologi teknik menggunakan peta dengan skala 1:12.500. Pengujian laboratorium yang dilakukan berupa pengujian sifat fisik, sifat indeks dan sifat mekanika batuan dan tanah. Hasil dari pengujian laboratorium lalu digunakan untuk menganalisis kondisi tingkat pelapukan batuan, penilaian kualitas massa batuan permukaan berdasarkan GSI, dan kondisi tingkat kestabilan lereng portal inlet dan outlet terowongan
dengan metode kesetimbangan batas.
Litologi daerah penelitian tersusun oleh batupasir karbonatan, batulanau karbonatan dan batupasir dengan tingkat pelapukan lapuk tinggi dan lapuk sedang. Kualitas massa batuan ditentukan berdasarkan klasifikasi Geological Strength Index (GSI) dan kemudian didapatkan tiga kelas kualitas massa batuan yaitu kualitas sangat buruk (nilai GSI <= 20), kualitas buruk (nilai GSI 25-40) dan
kualitas sedang (nilai GSI 45-50). Kondisi kestabilan lereng ditentukan menggunakan analisis kesetimbangan batas dengan metode Bishop’s Simplified dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dan Generalized Hoek-Brown. Pemodelan dilakukan pada lereng portal inlet dan outlet terowongan. Hasil analisis berupa nilai faktor keamanan (FK) pada masing-masing sayatan, pada lereng portal inlet terowongan sebesar 4,728 secara keseluruhan dan pada salah satu segmen sebesar 2,574 serta pada lereng portal outlet terowongan sebesar 3,191 secara keseluruhan dan pada salah satu segmen sebesar 1,692. Berdasarkan hasil dari analisis kestabilan lereng tersebut dapat diketahui bahwa tingkat
kestabilan lereng portal inlet dan outlet terowongan berada pada kondisi aman dan stabil, baik secara keseluruhan maupun persegmen.

Regional Conference on Geological and Geo-Resource Engineering (RC-GeoE) merupakan sarana bagi para peneliti, akademisi, praktisi, dan komunitas terkait untuk saling berdiskusi dan bertukar gagasan terbaru mereka tentang bidang teknik geologi, teknik geo-sumber daya dan geosains melalui penelitian dan konferensi. Acara puncak berupa konferensi diselenggarakan pada tanggal 20 – 21 Desember 2021 melalui media daring.
Acara tersebut diawali dengan pengumpulan paper pada bulan November lalu dengan topik penelitian berupa rekayasa geologi dan geo-sumber daya dan bidang penelitian terkait termasuk geologi dan geosiensi terapan, geofisika, geokimia, geologi teknik, teknik geo-lingkungan. Terdapat 47 paper yang berpartisipasi pada Regional Conference tersebut.

Tim Expearth yang terdiri dari Aurellia Anindita Rizky (Teknik Geologi 2020), Radista Saga (Teknik Geologi 2020), dan Saeful Ghofar Z. P (Geofisika 2019), meraih Juara 2 pada kompetisi Asia Geoscience Conference and Exhibition bidang Case Study Competition yang diselenggarakan oleh AAPG & EAGE Universiti Teknologi Petronas, Malaysia pada 14 November 2021 – 16 Desember 2021.
Kompetisi bertaraf internasional ini merupakan lomba studi kasus untuk memecahkan permasalahan akibat terjadinya perubahan iklim melalui studi geologi dan geo-engineering. Pada kompetisi tersebut, Tim Expearth membawa ide yang mereka beri judul Advanced Approach for Climate Mitigation through Tackling Permafrost Thawing Catastrophic: New Opportunities for Geoscience Role in Climate Issues.