Prof. Ferian Anggara, dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kembali membawa kabar membanggakan lewat terobosan barunya yang berdampak dalam bidang agroindustri. Guru besar termuda di Departemen Teknik Geologi ini, bersama tim penelitinya, berhasil mengubah batubara kalori rendah menjadi Kalium Humat (K-Humat) yang merupakan pembenah tanah (lignite based soil stabilizer).
Hasil kerja keras tim penelitian ini kemudian dikembangkan menjadi produk kolaborasi antara UGM dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang diberi nama BAgrow. Peluncuran produk ini dilakukan di auditorium Fakultas teknik Universitas Gadjah Mada pada 21 Agustus 2025. Produk ini juga telah didukung oleh Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dianggap sebagai terobosan inovatif dalam dunia pertanian.
“Mas Bagyo mengusulkan nama Nebula.” Kalimat itu disampaikan Bambang Tri Wahyono (BTW-angkatan 1980) saat rapat HMTG pertengahan 1981. Mas Bagyo yang dimaksud adalah Subagyo Pramumijoyo (1972) waktu itu dosen muda di Teknik Geologi.