Pos oleh :

maya.kristine

Menyingkap Jejak Purba Kepil: Catatan Pemetaan Geologi Mandiri di Serayu Selatan

Memasuki semester ke-4 dalam bangku perkuliahan di Universitas Gadjah Mada memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi kami di jurusan Teknik Geologi. Sebab, pada semester ini kami perlu menghadapi Kuliah Lapangan yang disebut-sebut sebagai titik terendahnya mahasiswa geologi. Kuliah Lapangan dibagi menjadi två pemetaan, yaitu Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri. Untuk lokasi pemetaan mandiri dibagi secara perorangan dengan luas 4 × 5 km, dengan fokus persebaran pada Zona Serayu Selatan. Saya sendiri mendapatkan kaveling nomor 26 yang berlokasi di Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Apabila dilihat dari Peta Geologi Regional yang dibuat oleh Asikin dkk. (1992), kaveling 26 tersusun oleh dua formasi, yakni Formasi Halang dan Anggota Tuf Formasi Waturanda, sehingga asumsi awal akan didapati batupasir, tuf, batugamping, dan batuan vulkanik. read more

Dari Tumpahan Oli Hingga Teror Kera Dalam Dinamika “Ibadah” Wajib Anak Geologi Di Kota Semarang

Bagi mahasiswa Teknik Geologi UGM, semester 4 merupakan salah satu puncak dari kegiatan pembelajaran yang telah dilalui di dalam bangku perkuliahan untuk dipraktekkan secara langsung di lapangan.  Kuliah Lapangan atau biasa disebut KL merupakan suatu “ibadah” wajib terutama bagi mahasiswa Teknik Geologi. Kegiatan ini dibagi menjadi dua yaitu Kuliah Lapangan Geologi selama 12 hari di Bayat dan Pemetaan Geologi Mandiri pada masing-masing kavling di Zona Serayu. Awal semester 4 dimulai dengan pembagian kelompok KL pada bulan Februari yang menempatkan saya dengan 3 orang teman kelompok yaitu syafish, zahra, dan stefanie. Selain itu, undian kavling juga menempatkan kami berempat pada kavling yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Selama satu semester kami seringkali bertemu untuk saling berdiskusi dan mengerjakan penugasan mata kuliah Metode Geologi Lapangan. read more

Menyingkap Dinamika Purba di Batas Banyumas–Banjarnegara: Catatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026

Hamparan perbukitan hijau di perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara menyimpan rekam jejak dinamika bumi yang menakjubkan. Bergabung dalam Kelompok B11, saya mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi Kavling 99 melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026. Wilayah ini didominasi oleh Anggota Breksi Formasi Halang serta sebaran terbatas Formasi Halang. Menyusuri bentang alamnya menjadi petualangan ilmiah untuk membaca babak demi babak peristiwa geologi masa lalu yang membentuk kawasan ini. read more

Dari Singkapan hingga Peta: Pengalaman Pemetaan Geologi di Gunung Lanang, Wadaslintang

Kegiatan pemetaan geologi di daerah Wadaslintang, khususnya di sekitar Gunung Lanang, menjadi salah satu pengalaman yang memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai bagaimana kondisi geologi suatu daerah dapat dipelajari secara langsung di lapangan. Selama ini, konsep mengenai litologi, struktur geologi, dan geomorfologi banyak saya pelajari melalui teori dan gambar di dalam kelas. Namun, ketika berada langsung di lapangan, saya dapat melihat bagaimana setiap unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu bentang alam. read more

The delineation of low- to medium-temperature geothermal prospectivity zones in South Sulawesi, Indonesia, using GIS-based Analytical Hierarchy Process (AHP)

Telah terbit di Jurnal Geothermics, High Impact Journal (4.6), H-Index 110, SJR 1.102 (Q1). Salah satu jurnal terkemuka di bidang geothermal energy yang menjadi rujukan bagi para peneliti panas bumi dunia, hasil penelitian dari Mahasiswa Prodi Doktor Teknik Geologi A.n Emi Prasetyawati Umar (Mahasiswa Doktor Teknik Geologi 2022).

Penelitian ini mengintegrasikan data geosains (geologi, geokimia, dan geofisika) dan remote sensing (Penginderaan Jauh) untuk memetakan potensi panas bumi low-medium temperature di Lengan Selatan Pulau Sulawesi (Sulawesi Selatan) dengan pengembangan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sehingga kawasan-kawasan prospek panas bumi yang kemungkinan sulit terjangkau (remote area) dan wilayah yang sangat luas dapat diidentifikasi serta dimodelkan dengan lebih baik. Metode ini dijadikan sebagai screening awal untuk efesiensi dan efektivitas eksplorasi wilayah regional dalam eksplorasi detail yang lebih lanjut. read more

Pemetaan Geologi Karanggayam, Kebumen: Sinklin Ginandong dan Potensi Wisata Alam

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi geologi suatu wilayah melalui pengamatan secara langsung di lapangan. Salah satu daerah yang menjadi lokasi pemetaan adalah Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Selama kegiatan mapping, dilakukan pengamatan terhadap singkapan batuan, pengukuran kedudukan lapisan, identifikasi struktur geologi, serta pengamatan terhadap bentuk bentang alam yang berkembang di daerah kavling. Dari kegiatan tersebut, kondisi geologi daerah pemetaan dapat dipahami tidak hanya melalui teori, tetapi juga berdasarkan kenampakan dan data yang ditemukan secara langsung di lapangan. Di sisi lain, Karanggayam juga memiliki potensi wisata alam yang menarik, terutama keberadaan beberapa curug seperti Curug Kedondong dan Curug Sikebut. read more

Pemetaan Geologi Mandiri 2026: Mengungkap Kondisi Geologi dan Potensi Lokal di Kecamatan Banyumanik dan Sekitarnya.

Di tengah perkembangan Semarang yang menjadi salah satu kota besar di Jawa Tengah, tersimpan sejarah Geologi yang membentuk bentang alam, batuan, hingga kondisi lingkungan yang merekam berbagai proses geologi yang berlangsung dalam waktu yang panjang. Pemetaan geologi memberikan kesempatan untuk melihat wilayah dari sudut pandang yang berbeda.

Salah satu kenampakan menarik yang dijumpai selama pemetaan adalah Curug Gribik, yang memperlihatkan hubungan antara kondisi batuan, aliran air, dan juga proses geologi seperti dijumpai struktur perlapisan dengan arah yang berbeda – beda. Aliran air yang terus mengikis permukaan batuan secara perlahan turut membentuk karakteristik sungai, lembah, hingga air terjun yang dapat diamati hingga saat ini. Dari sisi geologi, keberadaan Curug Gribik menjadi salah satu fitur yang dapat memberikan gambaran mengenai proses geomorfologi yang berlangsung di daerah Banyumanik. Di sisi lain, keberadaan curug ini juga menunjukkan bahwa fitur geologi dapat memiliki nilai lain di luar aspek ilmiah. Lingkungan alami di sekitar Curug Gribik memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata alam, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan kawasan. Dengan pengelolaan dan pelestarian yang baik, potensi tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan geologi Banyumanik kepada masyarakat. read more

Peta di Tangan, Manfaat untuk Kampung: Kontribusi Pemetaan Geologi Digital Kavling 010 bagi Pembangunan Berkelanjutan

Liputan kegiatan pemetaan geologi digital di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Kulon Progo, 10 Juli 2026 — Di balik perbukitan tua yang membentang di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada tengah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pendidikan kebumian mereka: pemetaan geologi. Kegiatan yang tercakup dalam salah satu wilayah yakni Kavling 010. Kegiatan ini bukan sekadar latihan akademik di ruang kelas, melainkan sebuah proses membaca ulang lanskap yang telah terbentuk selama jutaan tahun, sekaligus menyusun data yang kelak dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan wilayah setempat. read more

Pemetaan Geologi Kaliwiro sebagai Dasar Memahami Potensi dan Kondisi Lingkungan

Wilayah Kaliwiro dan sekitarnya memiliki kondisi bentang alam yang cukup beragam, sehingga menarik untuk dikaji melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 ini. Kavling penelitian mencakup wilayah Tanjunganom, Grugu, Tracap, Ngadisono, serta sebagian Kaliwiro dan Gumelar, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan lapangan dilakukan dengan pengamatan singkapan pada tebing jalan dan dinding sungai, pencatatan data litologi, serta pengukuran struktur geologi, yang kemudian dikorelasikan dengan pola kontur. read more

Menelusuri Jejak Vulkanisme di Desa Ngaglik: Cerita dari Pemetaan Geologi Purworejo

Selama kurang lebih dua minggu pada bulan Juli, saya melakukan pemetaan geologi di Desa Ngaglik, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya. Dua minggu tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan karena pemetaan geologi ternyata bukan sekadar tentang mengamati batuan dan membuat peta. Hampir setiap hari kami harus berjalan beberapa kilometer untuk mencapai lokasi pengamatan, melewati jalan setapak, menaiki dan menuruni lereng yang cukup terjal, bahkan menyusuri aliran sungai untuk menemukan singkapan batuan yang dapat diamati. Medan yang didominasi punggungan dengan kemiringan sekitar 16–32° membuat perjalanan tidak selalu mudah. Namun, justru dari perjalanan tersebut kami dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi geologi membentuk bentang alam di sekitar wilayah pengamatan. read more