Pos oleh :

maya.kristine

Prof. Ferian Anggara: Mendukung Ketahanan Pangan Lewat Batubara

Prof. Ferian Anggara, dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kembali membawa kabar membanggakan lewat terobosan barunya yang berdampak dalam bidang agroindustri. Guru besar termuda di Departemen Teknik Geologi ini, bersama tim penelitinya, berhasil mengubah batubara kalori rendah menjadi Kalium Humat (K-Humat) yang merupakan pembenah tanah (lignite based soil stabilizer).

Hasil kerja keras tim penelitian ini kemudian dikembangkan menjadi produk kolaborasi antara UGM dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang diberi nama BAgrow. Peluncuran produk ini dilakukan di auditorium Fakultas teknik Universitas Gadjah Mada pada 21 Agustus 2025. Produk ini juga telah didukung oleh Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dianggap sebagai terobosan inovatif dalam dunia pertanian. read more

Penjelasan UGM soal Temuan Retakan Dalam Tanah “Rumah Api Seyegan”

Tim UGM tengah melakukan pemetaan bawah tanah di rumah Mutfiana warga Kasuran Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, yang mengalami kebakaran berulang. Terbaru, tim menemukan beberapa retakan di bawah tanah di kedalaman sekitar 20 meter yang diduga sebagai jalan keluarnya gas.
Pemetaan bawah tanah di rumah Mutfiana itu menggunakan alat georadar. Saptono dari Lab Geofisika Eksplorasi, Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik (FT) UGM, mengatakan alat itu untuk mendeteksi kemungkinan lokasi jalan keluar gas menuju permukaan. read more

Ancaman Gempa Megathrust, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) RI periode 2017-2025, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., mengatakan ancaman gempa megathrust Jawa sama sekali bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai dasar vital guna merancang skenario mitigasi dan kesiapsiagaan yang terukur. Mengingat adanya seismic gap (zona kekosongan gempa besar) di titik kritis seperti Selat Sunda, Selatan Jawa, dan Mentawai yang telah menyimpan energi selama lebih dari 200 tahun. “Data keilmuan ini mutlak diperlukan sebagai acuan kesiapan struktural darurat,” kata Dwikorita dalam seminar mengenai penanggulangan kebencanaan dengan tajuk “20 Tahun Gempa Yogya 2006 dan  Antisipasi Gempa Bumi Megathrust Jawa” pada Sabtu (31/5) di Ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM. read more

Muncul Titik Api di Rumah Warga, UGM Terjunkan Tim Pakar

Fenomena munculnya api terjadi di sebuah rumah warga di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, memantau lokasi secara langsung guna meneliti faktor pemicu di kawasan rumah warga tersebut. Investigasi turut dibersamai oleh beberapa pihak, seperti pakar Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, dan aparat setempat. read more

Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 2 Student Debate Competition IPA Convex

Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa yang terdiri atas John Oliver Home dari Teknik Geologi 2023, Rosita Susanti Lestari Ayu dari Teknik Geologi 2024, dan Muhammad Zidan dari Geofisika 2023 berhasil meraih posisi 2nd Winner dalam ajang Student Debate Competition IPA Convex 2026 pada 20-22 Mei lalu di ICE Building, Tanggerang, Banten.

Kompetisi debat yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas isu strategis sektor energi nasional. Pada kompetisi kali ini, tim UGM mengangkat topik mengenai transmisi migas dan tantangan pengelolaan energi di Indonesia. read more

Terungkap! Gas Metana Ngumpul di Pakaian-Sofa Rumah Fia yang Terbakar 39 Kali

Kebakaran yang terjadi berulang kali di rumah Fia warga Seyegan, Sleman, diduga berkaitan dengan gas metana. Dugaan itu menguat setelah pengukuran yang dilakukan tim geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pihak kepolisian menunjukkan adanya peningkatan kandungan gas metana di lokasi munculnya api.

“Kalau yang selama ini sudah dilakukan oleh pihak kepolisian, pihak kepolisian sudah mengukur kandungan gas. Dari alat ukur kepolisian itu ternyata di tempat keluarnya api memang gas metananya naik. Jadi evidence-based yang paling kuat selama ini, api itu berindikasi dengan keluarnya gas metana,” kata Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, Dr. Sarju Winardi, saat ditemui di rumah Fia, Sabtu (30/5/2026). read more

20 Tahun Gempa Jogja Mulai Terlupakan, Ancaman Megathrust Masih di Depan Mata

Dua puluh tahun setelah gempa bumi besar mengguncang DIY pada 27 Mei 2006, muncul kekhawatiran baru yang yang justru tidak berasal dari pergerakan lempeng bumi. Saat ini ingatan masyarakat terhadap bencana tersebut sudah memudar.

“Ketika saya mengajar mahasiswa angkatan 2025, saya bertanya apakah mereka mengetahui gempa besar tahun 2006. Ternyata sebagian besar tidak memiliki ingatan kolektif tentang peristiwa itu karena mereka lahir setelah kejadian tersebut,” papar pakar kegempaan UGM, Gayatri Indah Marliyani dalam seminar sinergi UGM-Kagama “20 Tahun Gempa Yogyakarta 2006 dan Antisipasi Gempa Bumi Megathrust Jawa di UGM, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2026). read more

Pakar UGM Bongkar Fakta Geotermal: Hoaks Gempa dan Letusan Gunung Dinilai Menyesatkan

Polemik proyek energi panas bumi atau geothermal di kawasan pegunungan kembali memicu perdebatan publik yang tajam. Di tengah meningkatnya penolakan dan beredarnya isu ancaman gempa bumi, letusan gunung api, pencemaran lingkungan, hingga kerusakan hutan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, pakar panas bumi dari Universitas Gadjah Mada membantah keras berbagai narasi yang dinilai tidak berpijak pada fakta ilmiah, data teknis, dan kajian akademik yang utuh.

Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM, Pri Utami, yang juga pernah menjabat Vice President International Geothermal Association periode 2020–2023, menilai sebagian besar informasi yang beredar di masyarakat terkait geothermal kerap dipelintir tanpa penjelasan ilmiah yang lengkap dan tanpa memahami karakter sistem panas bumi di Indonesia. read more

Dengan Cinta, Mengenang Nebula

Nebula, Tinggal Kenangan (Anif Punto Utomo (Geo-1983))

“Mas Bagyo mengusulkan nama Nebula.” Kalimat itu disampaikan Bambang Tri Wahyono (BTW-angkatan 1980) saat rapat HMTG pertengahan 1981. Mas Bagyo yang dimaksud adalah Subagyo Pramumijoyo (1972) waktu itu dosen muda di Teknik Geologi.

Mengapa diberi nama Nebula? Filosofinya, nebula adalah teori kabut pembentukan bumi, sementara apa yang dipelajari geologi adalah tentang bumi. Penerbitan Nebula terinspirasi dari majalah Gea ITB yang diterbitkan mahasiswa Teknik Geologi ITB dan Clapeyron yang diterbitkan mahasiswa Teknik Sipil UGM. read more

Pelajari Singkapan, Morfologi, dan Litologi melalui Fieldtrip Praktikum Petrologi 2026

Pada tanggal 9 Mei 2026, dilaksanakan Praktikum Petrologi 2026, di mana mahasiswa melakukan fieldtrip untuk mengeksplorasi fitur geologi di Jawa Tengah. Fieldtrip ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang singkapan geologi, morfologi, litologi, dan struktur geologi. Acara ini diadakan di berbagai lokasi, yaitu Jokotuo, Bukit Pendul, Bukit Temas, dan Watuprau Provinsi Jawa Tengah, yang menyediakan lingkungan yang kaya untuk pembelajaran langsung.

Fieldtrip ini merupakan bagian dari Praktikum Petrologi, yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam mendeskripsikan Stasiun Titik Amat (STA) yang dibimbing oleh beberapa dosen yaitu Fahmi Hakim, S.T., M.Sc.RWTH, Ir. Esti Handini, S.T., M.Eng., D.Sc., IPM., Ir. Nugroho Imam Setiawan, S.T., M.T., D.Sc., IPM., dan Dr.Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, S.T., M.Sc., IPU. Mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk orientasi lapangan, deskripsi singkapan, analisis morfologi, pemeriksaan litologi, penilaian struktur geologi, evaluasi potensi geologi, pengambilan sampel, dan pembuatan sketsa lapangan. Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengidentifikasi berbagai jenis batuan secara langsung di lapangan. read more