Penulis: Keisya Nailah Bilbina Suprapto
Empat semester persiapan teori dan praktik akhirnya mengantarkan saya pada tantangan besar: Pemetaan Geologi Mandiri. Selama hampir dua tahun, kegiatan belajar di kelas berpadu dengan praktik lapangan, ternyata rasa percaya diri belum sepenuhnya terbentuk.
Semester ini, saya memulai perjalanan lapangan di Bayat, Klaten sebagai bagian dari kuliah lapangan awal. Di sanalah saya pertama kali merasakan beratnya tekanan akademik di lapangan: berjalan kiloan meter di bawah terik matahari, membawa peralatan lengkap, mencatat data geologi, dan belajar menjaga kedisiplinan waktu, kewaspadaan terhadap lingkungan, serta kerja sama tim. Semua itu menjadi bekal penting sebelum turun ke lokasi pemetaan mandiri.





