Pemetaan mandiri merupakan kegiatan akademik yang harus dilalui oleh mahasiswa program studi Teknik Geologi UGM. Pemetaan kali ini berlokasi di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo khususnya di Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah yang di batasi langsung oleh Sungai Tulis. Daerah ini dipilih karena merupakan salah satu bagian dari Antiklinorium Serayu Utara.
Hasil dari pemetaan geologi di daerah ini terdapat fitur geologi dengan satuan morfologi berupa perbukitan struktural Sukoharjo, lembah antiklin Garunglor, punggungan aliran piroklastik Gunungtugel dan Dataran Banjir Jebengplampitan. Terdapat pula struktur geologi berupa struktur antiklin dan juga sesar-sesar turun yang membentuk perbukitan timur laut – barat daya. Stratigrafi lokal menunjukkan adanya empat satuan utama litologi yaitu perselingan napal karbonatan-batupasir, Agglomerat, dan Batugamping terumbu.
Pemetaan Geologi Mandiri dilaksanakan pada tanggal 8–30 Juli 2026 di daerah Sendangdalem dan sekitarnya dengan cakupan area sekitar 4×5 km yang melintasi Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Hari pertama kegiatan digunakan untuk orientasi medan dan identifikasi akses guna menentukan lintasan pemetaan pada hari-hari berikutnya. Perencanaan lintasan didasarkan pada kenampakan morfologi dengan memanfaatkan fitur Terrain dan Street View pada Google Maps untuk memperkirakan akses sebelum dilakukan penelusuran secara langsung. Peta kerja lapangan berupa peta topografi yang memuat kontur, jalan, dan sungai disusun menggunakan ArcMap, kemudian diimpor ke Avenza Maps untuk plotting STA, pencatatan deskripsi singkapan, dokumentasi, dan perekaman lintasan. Pengambilan data pada setiap singkapan dilakukan melalui observasi, deskripsi litologi, pengukuran orientasi, pencatatan, pengambilan sampel, dan dokumentasi. Pengukuran orientasi perlapisan batuan maupun struktur geologi dilakukan menggunakan kompas geologi, hasil pengukuran dicatat pada fitur deskripsi yang tersedia. Sebanyak 70 STA representatif berhasil dicatat selama kegiatan pemetaan. Hasil pengamatan menunjukkan daerah penelitian tersusun atas satuan tuf karbonatan, batupasir tufan karbonatan, breksi basalt, dan batupasir, serta memiliki satuan geomorfologi berupa perbukitan struktural terdenudasi rendah, sedang, dan tinggi. Selain itu, ditemukan struktur geologi berupa sesar naik, antiklin, dan sinklin. Satuan breksi basalt merupakan litologi yang paling dominan, menempati >50% area kavling, sementara satuan batupasir memiliki persebaran paling terbatas. Keterbatasan tersebut kemudian terkonfirmasi melalui korelasi dengan data kelompok pada area bertampalan, yang menunjukkan bahwa persebaran utama batupasir berkembang lebih luas di area kavling lain.