Dua puluh tahun setelah gempa bumi besar mengguncang DIY pada 27 Mei 2006, muncul kekhawatiran baru yang yang justru tidak berasal dari pergerakan lempeng bumi. Saat ini ingatan masyarakat terhadap bencana tersebut sudah memudar.
“Ketika saya mengajar mahasiswa angkatan 2025, saya bertanya apakah mereka mengetahui gempa besar tahun 2006. Ternyata sebagian besar tidak memiliki ingatan kolektif tentang peristiwa itu karena mereka lahir setelah kejadian tersebut,” papar pakar kegempaan UGM, Gayatri Indah Marliyani dalam seminar sinergi UGM-Kagama “20 Tahun Gempa Yogyakarta 2006 dan Antisipasi Gempa Bumi Megathrust Jawa di UGM, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2026).
“Mas Bagyo mengusulkan nama Nebula.” Kalimat itu disampaikan Bambang Tri Wahyono (BTW-angkatan 1980) saat rapat HMTG pertengahan 1981. Mas Bagyo yang dimaksud adalah Subagyo Pramumijoyo (1972) waktu itu dosen muda di Teknik Geologi.
Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng., IPM., selaku Ketua Departemen dan Ir. Esti Handini, S.T., M.Eng., D.Sc., IPM. selaku Sekprodi Magister sekaligus penanggungjawab kegiatan menerima kunjungan tersebut. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan akademik serta memperluas pengetahuan mahasiswa di bidang geologi dan pengelolaan sumber daya alam bagi para mahasiswa Departemen Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
