Kuliah Lapangan Geologi merupakan agenda wajib bagi mahasiswa Teknik Geologi pada akhir semester 4 sebagai sarana untuk menerapkan ilmu dan keterampilan geologi yang telah diperoleh selama perkuliahan. Kegiatan ini terdiri atas Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri. Pada kesempatan ini, pembahasan difokuskan pada Pemetaan Geologi Mandiri 2026 yang dilaksanakan di Desa Kaliwungu dan sekitarnya, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pemetaan ini bertujuan untuk memperoleh informasi geologi daerah penelitian secara detail, meliputi litologi, struktur geologi, dan geomorfologi. Sebelum kegiatan lapangan dilakukan, tahap persiapan meliputi interpretasi data sekunder berupa citra Digital Elevation Model (DEM), peta geologi regional, dan citra Google Earth sebagai acuan awal untuk memahami kondisi daerah serta menentukan lokasi pengamatan, sehingga kegiatan pemetaan di lapangan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sistematis.

Setelah dilaksanakan pemetaan, wilayah Desa Kaliwungu dan sekitarnya, memiliki beberapa fitur geologi yang menarik. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, terdapat dua jenis sesar utama, yaitu sesar geser dan sesar naik, yang turut memengaruhi kondisi geologi serta bentuklahan di daerah penelitian. Selain itu, kondisi topografi menunjukkan bahwa daerah dengan elevasi relatif rendah umumnya dimanfaatkan sebagai kawasan permukiman dan lahan pertanian berupa persawahan. Sementara itu, daerah dengan elevasi lebih tinggi memiliki bentang alam yang lebih terjal dan menjadi lokasi beberapa objek wisata berupa curug yang dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara karakteristik geologi, morfologi, dan pemanfaatan ruang di wilayah pemetaan.

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri ini dapat berkontribusi dalam mengenali kondisi geologi dan geomorfologi wilayah, khususnya karakteristik litologi, struktur geologi, serta kondisi morfologi yang berkaitan dengan potensi bahaya tanah longsor. Informasi tersebut dapat menjadi data awal untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, mendukung mitigasi bencana, serta menjadi pertimbangan dalam pemanfaatan lahan dan perencanaan tata ruang yang sesuai dengan kondisi geologi setempat. Hasil pemetaan juga dapat menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan dan pendidikan geologi, serta membantu memberikan gambaran mengenai karakteristik geologi wilayah yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan secara lebih tepat. Upaya ini sejalan dengan SDG 11 melalui pengembangan wilayah yang aman dan berkelanjutan serta SDG 13 melalui penguatan adaptasi dan pengurangan risiko bencana akibat cuaca ekstrim.
Penulis: Renova Zaky Mardikatama
Humas Departemen | Agustus 2026