Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, merupakan salah satu wilayah yang memiliki keragaman kondisi geologi terbentuk akibat interaksi berbagai proses geologi, baik proses endogen maupun eksogen. Aktivitas vulkanisme menghasilkan material vulkanik yang kemudian mengalami proses pelapukan, transportasi, dan pengendapan, sedangkan proses eksogen berupa erosi dan pelapukan terus memodifikasi permukaan wilayah hingga menghasilkan bentang alam yang dapat diamati saat ini. Interaksi proses tersebut menghasilkan variasi jenis batuan, mulai dari batuan vulkanik hingga batuan sedimen. Perbedaan sifat fisik dan tingkat resistensi batuan terhadap pelapukan dan erosi juga dapat mengontrol perkembangan relief, punggungan, lembah, dan pola aliran permukaan.
Melalui pengamatan langsung di lapangan, pemetaan geologi dapat memberikan informasi mengenai persebaran batuan, karakteristik fisik litologi, hubungan antar-singkapan, kedudukan lapisan, struktur geologi, serta kondisi geomorfologi. Data tersebut menyusun interpretasi mengenai tatanan geologi dan proses yang berperan dalam pembentukan suatu wilayah. Pengamatan dilakukan pada sejumlah lokasi yang meliputi Desa Sendangsari, Bener, Guntur, dan Legetan. Data geologi tingkat lokal juga memiliki relevansi terhadap pengelolaan sumber daya geologi. Salah satu sumber daya batuan yang memiliki nilai ekonomi di Kabupaten Purworejo. Namun, pemanfaatan sumber daya tersebut tidak dapat hanya mempertimbangkan aspek ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi geomorfologi, kestabilan lereng, daya dukung lingkungan, dan tata ruang wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik litologi, hubungan stratigrafi, struktur geologi, serta bentang alam sebagai dasar dalam memahami kondisi geologi lokal dan relevansinya terhadap pengelolaan sumber daya.
Penelitian ini menggunakan metode pemetaan geologi skala lokal dengan pendekatan deskriptif berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Tahapan pengamatan diawali dengan observasi geomorfologi, pengamatan dan deskripsi singkapan batuan dengan mencatat kondisi singkapan, warna, tekstur, struktur, ukuran butir, komposisi mineral atau fragmen, serta tingkat pelapukan batuan. Identifikasi litologi didukung dengan pengamatan mineral dan pengujian sederhana menggunakan fizzy test HCl untuk mengetahui indikasi keberadaan material karbonat.
Selain pengamatan litologi, dilakukan pengukuran struktur geologi pada singkapan yang dijumpai. Struktur yang diukur meliputi kedudukan bidang perlapisan dan bidang kekar menggunakan parameter strike dan dip. Data tersebut digunakan untuk mengetahui orientasi lapisan, arah kemiringan, serta kecenderungan pola struktur yang berkembang pada daerah penelitian. Data antar-lokasi diintegrasikan selanjutnya digunakan untuk menyusun interpretasi tatanan geologi lokal dan keterkaitannya dengan potensi pemanfaatan sumber daya geologi di daerah penelitian.
Tatanan Geologi Daerah Pemetaan
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, daerah penelitian tersusun atas kelompok batuan vulkanik dan batuan sedimen. Perbedaan karakter fisik, tekstur, komposisi, serta hubungan antar-singkapan digunakan sebagai dasar dalam membedakan satuan batuan yang dijumpai. Litologi yang berhasil diidentifikasi meliputi breksi vulkanik, batupasir karbonatan, batulanau, dan batupasir tufaan. Hubungan stratigrafi berdasarkan hasil pemetaan, breksi vulkanik secara relatif merupakan satuan yang lebih tua dibandingkan kelompok batuan sedimen.


Kondisi geomorfologi daerah penelitian merupakan hasil interaksi antara proses endogen dan eksogen yang berlangsung dalam rentang waktu geologi. Aktivitas vulkanisme berperan dalam menghasilkan material yang kemudian membentuk atau mengisi permukaan wilayah, sedangkan proses pelapukan dan erosi terus memodifikasi material tersebut hingga membentuk bentang alam saat ini. Kabupaten Purworejo memiliki potensi sumber daya batuan, salah satunya batuan andesit yang dapat dimanfaatkan sebagai material konstruksi. Informasi mengenai karakteristik dan persebaran batuan menjadi penting untuk mengetahui potensi pemanfaatan sekaligus kondisi geologi yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan ekstraksi dilakukan.
Hasil pemetaan geologi memiliki keterkaitan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan pembangunan wilayah, pemanfaatan sumber daya, dan perlindungan lingkungan. SDG 11 – Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan. Pemahaman geologi dapat membantu dalam mempertimbangkan kesesuaian wilayah untuk permukiman maupun infrastruktur. SDG 15 – Ekosistem Daratan. Informasi mengenai hubungan antara litologi, geomorfologi, dan proses erosi dapat mendukung upaya perlindungan ekosistem daratan serta perencanaan rehabilitasi lahan setelah kegiatan pemanfaatan sumber daya dilakukan.
Kesimpulan
Pemetaan geologi skala lokal di sebagian wilayah Kabupaten Purworejo berhasil mengidentifikasi karakteristik litologi, hubungan stratigrafi, struktur geologi, dan kondisi geomorfologi daerah penelitian. Litologi yang dijumpai terdiri atas kelompok batuan vulkanik dan sedimen, yaitu breksi vulkanik, batupasir karbonatan, batulanau, dan batupasir tufaan. Berdasarkan hubungan relatifnya, breksi vulkanik merupakan satuan yang lebih tua, sedangkan satuan sedimen terbentuk pada tahap yang lebih muda. Data geologi lokal tersebut dapat menjadi dasar awal dalam memahami potensi sumber daya geologi, termasuk batuan andesit yang memiliki nilai ekonomi sebagai material konstruksi. Namun, pemanfaatan sumber daya perlu mempertimbangkan kondisi litologi, struktur geologi, geomorfologi, kestabilan lereng, serta daya dukung lingkungan. Dengan demikian, pemetaan geologi tidak hanya berfungsi untuk memahami kondisi dan perkembangan geologi wilayah, tetapi juga dapat mendukung pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan lingkungan secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Penulis: Rosita Susanti Lestari Ayu
Daftar Pustaka
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2023). Pedoman tagging SDGs dalam Rencana Kerja Pemerintah. Bappenas.
Nurhaci, D. S. (2019). Studi petrografi daerah Bagelen Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Sains Dasar, 7(1).
Pemerintah Kabupaten Purworejo. (2023). Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Humas Departemen | Oktober 2026