Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 di Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, menjadi pengalaman bagi saya untuk menerapkan ilmu geologi secara langsung di lapangan. Selama pemetaan, saya mengamati singkapan batuan, mengidentifikasi litologi, mengukur struktur geologi, serta memahami kondisi geomorfologi dan hubungan antar satuan batuan. Beragam struktur geologi seperti kekar, sesar, dan variasi kedudukan lapisan menjadi hal menarik yang saya temukan selama kegiatan.

Bagi saya, pemetaan ini bukan hanya tentang mengumpulkan data, tetapi juga memahami kondisi geologi yang ada di sekitar masyarakat. Data yang saya peroleh dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik batuan, struktur geologi, dan kondisi geomorfologi di wilayah Sruweng. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa informasi geologi dapat menjadi salah satu dasar dalam memahami potensi maupun permasalahan lingkungan di suatu wilayah.

Pemetaan Geologi Mandiri juga membuat saya menyadari bahwa ilmu geologi memiliki kaitan dengan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran langsung di lapangan dan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui pemahaman kondisi geologi wilayah. Bagi saya, Sruweng bukan hanya tempat untuk melakukan pemetaan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar membaca sejarah bumi sekaligus memahami hubungan antara geologi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.
Penulis: Hadrian Arbitana
Humas Departemen | Agustus 2026