Penulis : Kevin Arka Musyaffa

Pemetaan Geologi Mandiri di Teknik Geologi UGM wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di 4 semester pertama. Hal tersebut dilakukan untuk menginplementasikan semua pembelajaran dan praktikum yang telah dilakukan sebelumnya, dan hal ini juga yang menjadi dasar atau pekerjaan utama seorang geologist. Pemetaan yang saya lakukan berada di Daerah Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Bangilan dan sekitarnya, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan kaveling berukuran 4 x 5 km. Pemetaan dilakukan secara sistematis mulai dari survei lapangan dengan mendatangi titik titik koordinat yang telah di rencanakan sebelumnya, melakukan orientasi medan, deskripsi singkapan dan morfologi, pendokumentasian, pengukuran struktur dan pengambilan sampel batuan untuk diamati dan di analisis lebih lanjut. Pemetaan dilakukan selama kurang lebih 18 hari dengan waktu offday sebanyak 4 hari. Aktivitas pemetaan dimulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Basecamp yang kami tempati berada di Balai Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban yang berada di pemukiman Warga Dusun Tawun.
Hari ketiga dimulainya kegiatan pemetaan geologi mandiri pada tanggal 4 Juli 2025 ditandai dengan pengamatan ke salah satu destinasi wisata alam ikonik daerah pemetaan, yakni Air Terjun Widuri. Lokasi atraksi turis ini terletak di Kemaduhbatur, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah dan umumnya ramai dikunjungi, terutama pada hari libur. Titik ini dipilih menjadi salah satu lokasi pengamatan langsung dikarenakan menampilkan struktur litologi serta morfologi dalam skala yang besar selagi masih bersifat relatif mudah diakses. Air Terjun Widuri sendiri merupakan bentukan kawah larutan batugamping (doline) yang dihasilkan oleh proses pelarutan kimia batuan karbonat oleh air sungai. Ketika batugamping yang terlarutkan tersebut runtuh, sistem aliran sungai terbuka dan menjadi air terjun.
Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM kembali menyelenggarakan International Conference on Geological Engineering and Geosciences (ICGoES) 2025. Tahun ini merupakan tahun kelima Departemen Teknik Geologi menyelenggarakan konferensi internasional tersebut dan dikoordinatori oleh Dr.Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, S.T., M.Sc., IPU.
Dalam kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 di Zona Rembang ini, saya mendapatkan kavling yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora, yang mencakup beberapa desa seperti Kalinanas, Logede, Ronggomulyo, Mlatirejo, Krikilan, hingga Ngiyono. Kondisi lapangan di daerah ini memberikan tantangan tersendiri. Hampir seluruh permukaan wilayah berupa ladang dan sawah, sehingga singkapan yang terbuka sangat terbatas dan sering kali tertutup tanah pelapukan atau vegetasi. Karena itu, saya lebih banyak memfokuskan pencarian singkapan di sepanjang alur sungai, di mana proses erosi alami membantu membuka bagian batuan segar yang dapat diamati. Aktivitas sehari-hari di lapangan pada dasarnya sama seperti pemetaan geologi pada umumnya, yaitu mencari singkapan batuan, mencatat kondisi geologi secara detail, melakukan pengukuran orientasi struktur, serta mengambil dokumentasi dan sampel batuan. Biasanya, saya berangkat ke lapangan sekitar pukul sembilan pagi dan kembali ke pondokan pada sore hari. Pondokan yang saya tempati berada di daerah Kalinanas, yang terletak di tengah-tengah kavling kelompok. Di dekat daerah ini, terdapat sebuah bendungan besar yang bernama Bendungan Randugunting. Saya dan kelompok sering mengunjungi bendungan ini di sore hari karena memiliki suasana yang tenang, sehingga menjadi tempat yang tepat untuk beristirahat sejenak, berbincang, atau sekedar menikmati pemandangan setelah seharian di lapangan.
