Arsip:

SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

Menelusuri Jejak Geologi di Perbatasan Rembang – Blora

Penulis : Dinda Ayesha Mahira

Dalam kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 di Zona Rembang ini, saya mendapatkan kavling yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora, yang mencakup beberapa desa seperti Kalinanas, Logede, Ronggomulyo, Mlatirejo, Krikilan, hingga Ngiyono. Kondisi lapangan di daerah ini memberikan tantangan tersendiri. Hampir seluruh permukaan wilayah berupa ladang dan sawah, sehingga singkapan yang terbuka sangat terbatas dan sering kali tertutup tanah pelapukan atau vegetasi. Karena itu, saya lebih banyak memfokuskan pencarian singkapan di sepanjang alur sungai, di mana proses erosi alami membantu membuka bagian batuan segar yang dapat diamati. Aktivitas sehari-hari di lapangan pada dasarnya sama seperti pemetaan geologi pada umumnya, yaitu mencari singkapan batuan, mencatat kondisi geologi secara detail, melakukan pengukuran orientasi struktur, serta mengambil dokumentasi dan sampel batuan. Biasanya, saya berangkat ke lapangan sekitar pukul sembilan pagi dan kembali ke pondokan pada sore hari. Pondokan yang saya tempati berada di daerah Kalinanas, yang terletak di tengah-tengah kavling kelompok. Di dekat daerah ini, terdapat sebuah bendungan besar yang bernama Bendungan Randugunting. Saya dan kelompok sering mengunjungi bendungan ini di sore hari karena memiliki suasana yang tenang, sehingga menjadi tempat yang tepat untuk beristirahat sejenak, berbincang, atau sekedar menikmati pemandangan setelah seharian di lapangan. read more

Menggali Data, Menjaga Masa Depan: Pemetaan Berkelanjutan Pada Daerah Rembang, Jawa Tengah

Penulis: Ghupita Hanum Sundareni

Pemetaan dilakukan pada wilayah Rembang, Jawa Tengah tepatnya dibeberapa daerah seperti Gunem, Sendangmulyo, Telgawah, Sidomulyo, Dowan, Trembes, dan Kulutan. Wilayah tersebut memiliki karakteristik secara geologi yang menarik serta beragam, mulai dari perbukitan hingga dataran yang membentang disepanjang area kavling. Kegiatan pemetaan dilakukan mulai secara tidak langsung dengan melihat beberapa aspek yang didapat dari data dan kemudian dilakukan pemetaan secara langsung ke daerah masing-masing. Pemetaan dilakukan dengan melihat litologi yang ada pada daerah tersebut. Selain melihat litologi, struktur geologi serta morfologi yang terbentuk didaerah tersebut juga diperhatikan sehingga pemetaan dapat memiliki gambaran mengenai daerah kavling tersebut. Dengan melakukan pemetaan secara sistematis baik secara langsung melalui pengamatan serta memadukan dengan data geospasial, data yang diperoleh dapat menjadi landasan bagi pemeta untuk mengetahui gambaran daerah tersebut serta dapat berguna bagi masyarakat untuk mengelola sumber daya alam secara baik dan bijak. Dengan begitu, potensi lokal dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan berbagai pihak. read more

Pemetaan Geologi Mandiri 2025 – Kavling Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Penulis: Maura Fidelia Putri Calista

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 yang saya lakukan berlokasi di daerah Kavling Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Aktivitas lapangan dimulai dengan orientasi medan, pengukuran struktur, dan pencatatan litologi pada lintasan sistematis. Kami juga melakukan pengambilan data geomorfologi, penampang stratigrafi, serta pemetaan satuan batuan yang tersebar di area kavling. Selain kegiatan teknis, kerja sama tim dan adaptasi terhadap kondisi medan jalanan di daerah Tambakselo menjadi tantangan sekaligus pelajaran penting selama pemetaan berlangsung. read more

Mampu Tingkatkan Efisiensi Pemupukan, UGM dan Bukit Asam Luncurkan Produk Kalium Humat

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/mampu-tingkatkan-efisiensi-pemupukan-ugm-dan-bukit-asam-luncurkan-produk-kalium-humat/

Tim Peneliti Universitas Gadjah Mada mengembangakan hasil riset inovasi berupa Kalium Humat sebagai terobosan baru yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dari batu bara dengan melepas potensi humat melalui proses oksidasi batubara kalori rendah untuk melepas kandungan senyawa humat dan diaduk hingga kandungan senyawa organik batubara tersebut menjadi meningkat. Hasil oksidasi ini dipisahkan untuk diekstraksi, kemudian diperkaya dengan kalium hingga terbentuk serpihan humat padat berkadar tinggi siap tabur. Senyawa ini terbukti mampu memperbaiki struktur tanah, merangsang pertumbuhan akar, serta meningkatkan penyerapan air dan nutrisi. read more

Kunjungan Lapangan Usulan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Kabupaten Klaten

Foto bersama di situs geologi bukit patrum

Sebagai tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2025 terkait rencana pengusulan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG), telah dilakukan kegiatan kunjungan lapangan ke sejumlah situs warisan geologi di wilayah Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan observasi langsung, pendokumentasian, dan verifikasi kondisi geologi pada beberapa lokasi yang memiliki potensi untuk ditetapkan sebagai kawasan cagar alam geologi.

Sebagai bagian dari perkembangan daerah Bayat, Klaten sebagai laboratorium yang sering dikunjungi oleh mahasiswa di Bidang kebumian, Teknik Geologi UGM mengambil peran sebagai pihak yang menjembatani pengetahuan dan potensi yang dimiliki oleh Bayat, Klaten ke berbagai macam pihak. Pada kegiatan ini diwakili oleh Dr. Eng. Ir. Akmaluddin, S.T., M.T.,IPM (Ketua Grup Penelitian Geopark Teknik Geologi UGM) beberapa Lokasi yang dikunjungi meliputi Bukit Patrum dan Watuprau di Desa Gununggajah, yang menunjukkan morfologi dan litologi khas serta indikasi aktivitas geologi masa lampau. Kunjungan dilanjutkan ke situs Lava Bantal di Desa Jarum, yang merupakan singkapan geologi langka dan bernilai ilmiah tinggi. Lokasi terakhir adalah Taman Nyi Ageng Rakit di sekitar Rowo Jombor, yang memiliki nilai historis dan geologis serta potensi untuk pengembangan edukasi geowisata. Kegiatan di lokasi terakhir ini adalah berupa rapat koordinator antar lembaga terutama dalam hal ini adalah Bupati Klaten sebagai pemangku kebijakan utama di Kabupaten Klaten dan Kementerian ESDM. read more

Teknik Geologi UGM inisiasi Ekspedisi Survei Laut dalam pada Zona Subduksi di Selatan Nusa Tenggara Kerjasama dengan Tiongkok

Kerjasama kolaborasi penelitian yang diprakarsai oleh Second Institute of Oceanography, Ministry of Natural Resources, People’s Republic of China (SIO) – South China Sea Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences – UGM, dan difasilitasi serta dukungan penuh dari BRIN, dengan topik penelitian Joint Marine Scientific Research On The Collision Process Between The Java and Australia and Its Impacts On Geohazard secara resmi dimulai dengan Upacara Pelepasan Ekspedisi pada tanggal 10 Agustus 2025, dimana ekspedisi tersebut akan berakhir pada 26 Agustus 2025. read more

Teliti Perlindungan Zona Imbuhan Air Tanah, Haikal Raih Doktor di UGM

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-perlindungan-zona-imbuhan-air-tanah-haikal-raih-doktor-di-ugm/

Air tanah di Kawasan Cekungan Air di daerah Sleman, Yogyakarta telah menjadi penopang utama kehidupan masyarakat. Sumber daya ini tidak hanya melayani kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menopang pertanian, pariwisata, dan sektor industri. Sayang, akibat ekstraksi berlebihan dan perubahan tata guna lahan yang cepat menjadi kebutuhan terhadap air tanah meningkat tajam, dan menjadikan kuantitas dan kualitas air mengalami penurunan secara terus menerus. read more

Inovasi Geotermal UGM Bantu Panen Raya di Minahasa

Sumber berita: https://ugm.ac.id/id/berita/inovasi-geotermal-ugm-bantu-panen-raya-di-minahasa/

Pemanfaatan energi panas bumi (geotermal) selama ini hanya identik dengan pembangkitan listrik. Namun di tangan para peneliti Universitas Gadjah Mada, potensi geotermal melampaui fungsi konvensionalnya. Di Lahendong, Sulawesi Utara, endapan silika dari fluida panas bumi yang merupakan produk ikutan kini diubah secara inovatif menjadi penyubur dan penguat tanaman (booster). Endapan tersebut berdasarkan studi mengandung sekitar 60 unsur dan senyawa ikutan yang bersifat menyerupai abu vulkanik, sehingga mampu menyuburkan tanah. Endapan ini diolah dengan teknologi nano sehingga menjadi cairan yang dapat diserap optimal oleh tanaman. read more

Tim Magmagama Expedition Pecinta Alam Teknik Geologi FT UGM Tuntaskan Ekspedisi ke Nusa Tenggara Timur: Menaklukan Pemetaan Isopach di Timur Nusantara

Bajawa, Flores – Mei 2025. Tim Magmagama Expedition, unit pecinta alam dari Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), sukses melaksanakan ekspedisi riset, pendakian, dan budaya di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di sekitar Gunung Inerie, Kabupaten Ngada. Ekspedisi yang berlangsung selama lebih dari sepekan ini bukan hanya menjadi ajang pengayaan pengetahuan geologi, tetapi juga pengalaman kebersamaan yang penuh dinamika dan nilai-nilai kemanusiaan.

Keberangkatan dimulai pada 2 Mei 2025, dan perjalanan ekspedisi dimulai pada 3 Mei 2025 dengan nuansa akrab dan penuh semangat. Tim memulai harinya di Penginapan St. Yosef, Bajawa, dengan sarapan khas seperti nasi beras merah dan tumis labu. Perjalanan ke basecamp yakni di Rumah Papa Rinus menjadi awal mula petualangan, diwarnai diwarnai dengan bersama tuan rumah, dan reconnaissance untuk menyamakan perspektif teknis pemetaan di lapangan. Hari ditutup dengan santap ikan bakar bersama, ditemani udara hangat Bajawa. read more

UGM Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Kearifan Lokal di NTT

Sumber berita : https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dorong-pengembangan-panas-bumi-berbasis-kearifan-lokal-di-ntt/

Indonesia memiliki potensi besar dalam energi panas bumi atau geothermal sebagai sumber energi bersih dan terbarukan, salah satunya di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Flores memiliki lebih dari 30 titik potensi panas bumi dengan total daya mencapai sekitar 900 megawatt. Sejak 2017, Pulau Flores bahkan mendapat julukan sebagai ‘Pulau Panas Bumi’. Keunggulan ini menjadikan Flores sebagai wilayah strategis dalam peta transisi energi nasional. Sayangnya, pemanfaatan energi tersebut masih jauh dari optimal. Hingga kini, total kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang beroperasi di Flores baru mencapai 18 megawatt listrik (MWe) atau kurang dari 25 persen kebutuhan listrik di wilayah NTT. Akibatnya lebih dari 75 persen kebutuhan listrik masih dipenuhi dari bahan bakar fosil yang didatangkan dari luar. read more