Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), di forum ilmiah internasional. Aldian Fahrialam, mahasiswa program doktoral Teknik Geologi UGM, berhasil meraih Best Poster Presentation Award dalam The 42nd Annual Meeting of the Society for Organic Petrology (TSOP 2026) yang berlangsung pada 3–10 September 2026 di Nirvana Resort Beijing, Beijing, China. Keikutsertaan Aldian dalam forum ilmiah internasional tersebut juga didukung melalui TSOP Student Travel Award, sebuah penghargaan yang diberikan oleh TSOP untuk mendukung partisipasi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ilmiah dan memperluas pengalaman akademik di tingkat internasional.
SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Di kesempatan tahun 2026 ini, Zona Serayu Utara menjadi target utama untuk aktivitas mapping mandiri untuk Mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan tahun 2024 di akhir semester 4 ini. Kali ini menyusuri daerah yang cukup bisa dibilang lumayan jauh dari aktivitas magmatisme yakni di zona Kendal. Secara umum, daerah Kendal dipenuhi dengan lapisan sedimen yang terlipat yang sudah terbentuk di kala tersier. Proses perlipatan diikuti dengan aktivitas vulkanisme oleh Gunung Ungaran purba dan Gunung Sindoro di kala kuarter.
Inovasi tidak lahir dalam ruang hampa. Melalui Geothremal Research Centre (GRC), UGM terus menggembangkan riset dan inovasi di bidang panas bumi. Kepala GRC sekaligus dosen panas bumi Departemen Teknik Geologi FT UGM, Bu Pri (Geo-85) menegaskan bahwa kunci keberhasilan dari setiap riset dan inovasi adalah ekosistem riset yang kolaboratif. Ekosistem ini menghubungkan akademisi, industri, dan masyarakat dalam suatu jaringan yang saling menopang sehingga hasil penelitian dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata.
Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) sukses menyelenggarakan kuliah tamu pada Rabu (24/6/2026) di Aula Kampus II dengan menghadirkan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dr. rer. nat. Ir. Arifudin Idrus, S.T., M.T., IPU. Mengusung tema “Mengelola Potensi Geologi Menuju Nilai Tambah Daerah: Perspektif Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan di Era Industri 4.0 dan Society 5.0”, kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam mengulas masa depan pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan di daerah.
Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi membuka co-working space sekaligus ruang riset geotermal di Gedung ERIC dan SGLC FT UGM. Langkah ini menandai babak baru kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri energi dalam mempercepat pemanfaatan potensi geotermal Indonesia yang selama ini belum tergarap optimal.
Indonesia menyimpan cadangan geotermal terbesar di dunia, namun konsumsi listrik nasional baru menyentuh 1.500 kWh per kapita—jauh di bawah potensi yang tersedia. Ruang riset bersama ini hadir sebagai jembatan antara riset akademik dan kebutuhan nyata industri: mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan praktisi energi dalam satu ekosistem yang produktif.
Yogyakarta, 22 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris menandatangani Joint Development Agreement (JDA) Project Beyond Energy Katrili untuk mengembangkan inovasi pemanfaatan energi panas bumi menjadi pupuk ramah lingkungan. Kerja sama ini dilakukan di tengah kebutuhan nasional akan solusi energi berkelanjutan dan ketahanan pangan, dengan pendekatan riset terukur yang mengolah endapan silika geotermal menjadi pupuk cair berbasis nanoteknologi.
Penulis: Raihan Arandasatya Budi
Pemetaan geologi merupakan salah satu fondasi utama dalam ilmu kebumian. Kegiatan ini tidak hanya menuntut pemahaman teoritis tentang struktur dan komposisi batuan, tetapi juga kemampuan aplikatif dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mendokumentasikan kondisi geologi suatu area secara langsung di lapangan. Bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2023, kuliah lapangan pemetaan geologi menjadi momen penting untuk mengaplikasikan seluruh pengetahuan teoritis ke dalam praktik nyata.
Penulis: Rayhan Duta Nirwana
Pemetaan geologi merupakan aspek yang fundamental bagi seorang geologis, karena menjadi dasar untuk memahami persebaran litologi, struktur geologi, sejarah geologi, hingga potensi sumber daya suatu daerah. Bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kegiatan pemetaan lapangan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kemampuan analisis dan interpretasi terhadap fenomena geologi yang dijumpai langsung di lapangan. Pada kegiatan pemetaan geologi mandiri yang dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan 2023, dilakukan pada fisiografis Zona Rembang yang melampar dari Purwodadi hingga ke Tuban. Zona ini dikenal sebagai jalur lipatan dan sesar yang merupakan satu sistem antiklinorium Zona Rembang.
Penulis: Pelangi Avaya N. S.
Kegiatan pemetaan geologi di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, meliputi wilayah Desa Sukolilo, Porangparing, Kedungwinong, Sumbersuko, Kuwawur, dan Baleadi, dilaksanakan untuk memetakan kondisi litologi, struktur geologi, serta morfologi permukaan. Survei dilakukan dengan mengumpulkan data singkapan batuan, pengukuran orientasi struktur (sesar, kekar, perlapisan), dan observasi bentuklahan. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk memahami sejarah geologi daerah, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penataan ruang yang memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis: Samuel Febriano Arya Saputra
Desa Nglebur yang terletak di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyimpan kekayaan alam yang tidak hanya terbatas pada hutan jati khas Blora, tetapi juga pada bentang geologinya yang unik. Wilayah ini merupakan salah satu kawasan dengan sejarah geologi panjang, yang terlihat jelas dari variasi batuan penyusunnya. Secara stratigrafi, Desa Nglebur tersusun atas empat formasi utama, yaitu Formasi Lidah, Wonocolo, Ledok, dan Mundu. Formasi Lidah didominasi oleh endapan napal yang mencerminkan lingkungan pengendapan laut tenang, sedangkan Formasi Wonocolo tersusun atas perselingan grainstone dan packstone yang menunjukkan aktivitas pengendapan karbonat berenergi lebih tinggi. Sementara itu, Formasi Ledok memiliki litologi berupa napal dengan sisipan batugamping, dan Formasi Mundu didominasi oleh lempung hitam yang kaya material organik. Keempat formasi ini menjadi saksi bagaimana kawasan Nglebur dahulu merupakan lingkungan laut yang kemudian mengalami perubahan hingga akhirnya terangkat ke daratan akibat aktivitas tektonik.