Arsip:

SDG 15: Ekosistem Daratan

Dari Batuan ke Kehidupan: Cerita Pemetaan Geologi dan Kontribusinya pada SDGs

Penulis: Andrew Hanan Pasha

Di balik peta geologi yang kita lihat di dinding ruang kuliah atau laporan teknis, selalu ada cerita panjang di lapangan—cerita tentang medan yang harus dilalui, batuan yang diamati, hingga interaksi dengan masyarakat setempat. Pemetaan geologi yang dilakukan di Desa Tegalrejo, Dokoro, Karangasem, Sumberagung, Pelemsengir, dan Maitan—mencakup Kecamatan Wirosari, Ngaringan, Tambakromo, dan Todanan—bukan hanya upaya akademis, melainkan juga langkah nyata untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini melibatkan area seluas 4 × 5 km dengan skala 1:25.000, memadukan analisis data DEM untuk peta topografi dan observasi langsung di lapangan. Data yang dikumpulkan mencakup paleontologi, petrologi, stratigrafi, dan struktur geologi, membentuk gambaran menyeluruh tentang kondisi geologi lokal. read more

Potret Geologi Desa Prigi: Eksplorasi Potensi, Fitur Geologi, Serta Kontribusi Untuk SDGs

Penulis: Farrell Haidar Akbar

Kegiatan pemetaan geologi di Desa Prigi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, dilaksanakan untuk mendokumentasikan kondisi geologi permukaan secara komprehensif. Proses pemetaan diawali dengan persiapan peta dasar dan rencana lintasan, disesuaikan dengan morfologi dan akses menuju singkapan. Selama kegiatan lapangan, setiap singkapan yang ditemukan diamati secara detail, mencakup warna, tekstur, struktur, ukuran butir, serta tingkat pelarutan batuan. Pengukuran orientasi bidang perlapisan (strike dan dip) dilakukan menggunakan kompas geologi untuk memetakan arah dan kemiringan lapisan. Dokumentasi foto dan sketsa lapangan melengkapi catatan, sehingga hubungan antarinformasi dapat diartikan dengan jelas. Koordinat setiap titik pengamatan diambil menggunakan GPS untuk memastikan ketelitian pemetaan. Selain itu, dilakukan juga pengambilan sampel batuan untuk analisis lebih lanjut. read more

Pemetaan Geologi 2025, Sebagai Bentuk Dukungan Pembangunan Berkelanjutan

Penulis: Moreno Parlinggoman Sitorus

Selama ±14 hari, mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pemetaan geologi di wilayah Montong–Tanggulangin, yang terletak di bagian utara Sungai Bengawan Solo, Jawa Timur. Wilayah ini merupakan bagian dari zona geologi penting di Jawa Timur dengan potensi lipatan, sesar, serta batuan sedimen Miosen yang khas. Kegiatan ini meliputi pembuatan STA (Stasiun Titik Amat), pencatatan lintasan lapangan (tracking), dan dokumentasi visual yang komprehensif. Selain berfungsi sebagai latihan akademis, hasil pemetaan ini juga memiliki relevansi langsung dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), seperti pengembangan infrastruktur berkelanjutan, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan. read more

Penemuan Fosil Foraminifera Utuh di Formasi Bulu: Kontribusi Pemetaan Geologi Mandiri 2025 Terhadap Pemahaman Paleontologi Lokal Desa Guyangan, Pati

Penulis: Jihan Fathin Salsabila

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 yang dilaksanakan di Desa Guyangan, Kabupaten Pati telah menghasilkan temuan paleontologi yang sangat menarik dan bernilai ilmiah tinggi. Selama periode pemetaan intensif di area kavling yang mencakup bagian dari Formasi Bulu, aktivitas pengamatan geologi detail berhasil mengidentifikasi keberadaan batulempung kaya fosil foraminifera dengan kondisi preservasi yang luar biasa baik. Proses pemetaan yang dilakukan secara sistematis meliputi pengukuran strike dan dip, pencatatan litologi, serta dokumentasi struktur geologi memberikan pemahaman komprehensif tentang kondisi geologi lokal yang mendukung pelestarian fosil mikro berumur geologis jutaan tahun yang lalu. read more

Menyusuri Zona Rembang: Primadona Batupasir Kuarsa, Struktur Geologi, dan Harmoni Kehidupan

Penulis: Benedicta Puji Angesti Rahayu

Kegiatan pengambilan data geologi di lapangan memberikan informasi bahwa bentang alam tidak hanya soal satuan batuan dan struktur geologi, tetapi juga tentang kehidupan di dalamnya. Morfologi pada daerah pemetaan berupa lembah antiklin hingga perbukitan sesar dan kuesta memiliki keterkaitan erat dengan penggunaan lahan di dalamnya. Perbukitan sesar hingga kuesta yang didominasi dengan aktivitas pertambangan dan hutan lebat milik perhutani yang teramati kehidupan burung liar di dalamnya, serta lembah antiklin yang digunakan sebagai ladang dan sawah. read more

Dari Singkapan ke Sumber Air Panas: Cerita Geologi di Wana Wisata Prataan

Penulis : Embun Bening Al Fiddatun Nisa

Pada Juli 2025, penulis bersama rekan-rekan mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2023 melaksanakan Pemetaan Geologi Mandiri di Zona Rembang. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teori geologi yang telah dipelajari di ruang kuliah secara langsung di lapangan, sekaligus melatih kemampuan observasi, analisis, dan pemetaan geologi pada kondisi sebenarnya.

Penulis mendapatkan kavling penelitian bernomor 97 yang terletak di Desa Wukirharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Wilayah ini tidak hanya menyimpan potensi geologi yang beragam, tetapi juga memiliki daya tarik alam berupa sumber mata air panas di kawasan Wana Wisata Prataan. Lokasi ini menjadi salah satu titik penting dalam kajian karena memadukan aspek geologi, potensi wisata, dan pemanfaatan sumber daya alam. read more

Pemetaan Geologi Desa Lebak dan Sekitarnya: Potensi Ilmiah dan Dukungan terhadap SDGs

Penulis: Faizah Husnayain

Kegiatan pemetaan geologi tahun ini berada di Zona Rembang, di mana setiap individu mendapat tanggung jawab untuk memetakan area kavling seluas 5 × 4 km². Kavling saya terletak di Desa Lebengjumuk, Lebak, Putatsari, dan Godan, Kecamatan Grobogan dan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mencakup pengamatan litologi, pengukuran struktur geologi, pencatatan fitur geomorfologi, dan dokumentasi visual lapangan. Proses pengambilan data dilakukan dengan peta dasar, Avenza Maps, dan kompas geologi. read more

Menjaga Jejak Bumi: Pemetaan Geologi Mandiri 2025 di Zona Rembang untuk Keberlanjutan

Penulis: Muhammad Lasauva Yardha

Kuliah Lapangan Pemetaan Geologi Mandiri (KLPGM) 2025 menjadi salah satu ajang pembelajaran paling penting bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Tahun ini, sebanyak 129 mahasiswa angkatan 2023 diterjunkan untuk memetakan wilayah Zona Rembang yang membentang dari timur hingga barat. Kegiatan ini dibagi ke dalam 28 kelompok dengan pembagian kaveling yang berbeda-beda. Saya tergabung dalam Kelompok 18 yang kami beri nama Lontong Balap, bersama empat rekan lainnya: Fareza, Ichsan, Feby, dan Kahla. Kami dibimbing oleh Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng., IPM., pakar Geologi Tata Lingkungan yang telah banyak berkarya di bidang pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. read more

Menggali Data, Menjaga Masa Depan: Pemetaan Berkelanjutan Pada Daerah Rembang, Jawa Tengah

Penulis: Ghupita Hanum Sundareni

Pemetaan dilakukan pada wilayah Rembang, Jawa Tengah tepatnya dibeberapa daerah seperti Gunem, Sendangmulyo, Telgawah, Sidomulyo, Dowan, Trembes, dan Kulutan. Wilayah tersebut memiliki karakteristik secara geologi yang menarik serta beragam, mulai dari perbukitan hingga dataran yang membentang disepanjang area kavling. Kegiatan pemetaan dilakukan mulai secara tidak langsung dengan melihat beberapa aspek yang didapat dari data dan kemudian dilakukan pemetaan secara langsung ke daerah masing-masing. Pemetaan dilakukan dengan melihat litologi yang ada pada daerah tersebut. Selain melihat litologi, struktur geologi serta morfologi yang terbentuk didaerah tersebut juga diperhatikan sehingga pemetaan dapat memiliki gambaran mengenai daerah kavling tersebut. Dengan melakukan pemetaan secara sistematis baik secara langsung melalui pengamatan serta memadukan dengan data geospasial, data yang diperoleh dapat menjadi landasan bagi pemeta untuk mengetahui gambaran daerah tersebut serta dapat berguna bagi masyarakat untuk mengelola sumber daya alam secara baik dan bijak. Dengan begitu, potensi lokal dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan berbagai pihak. read more

Menelusuri Potensi Geologi Nglobo melalui Pemetaan Mandiri

Penulis: Keisya Nailah Bilbina Suprapto

Empat semester persiapan teori dan praktik akhirnya mengantarkan saya pada tantangan besar: Pemetaan Geologi Mandiri. Selama hampir dua tahun, kegiatan belajar di kelas berpadu dengan praktik lapangan, ternyata rasa percaya diri belum sepenuhnya terbentuk.

Semester ini, saya memulai perjalanan lapangan di Bayat, Klaten sebagai bagian dari kuliah lapangan awal. Di sanalah saya pertama kali merasakan beratnya tekanan akademik di lapangan: berjalan kiloan meter di bawah terik matahari, membawa peralatan lengkap, mencatat data geologi, dan belajar menjaga kedisiplinan waktu, kewaspadaan terhadap lingkungan, serta kerja sama tim. Semua itu menjadi bekal penting sebelum turun ke lokasi pemetaan mandiri. read more