Penulis: Mitsalina Almas Salsabila
Bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kuliah lapangan merupakan mata kuliah wajib yang diambil pada akhir semester genap. Kuliah lapangan menjadi momen penting untuk keluar dari ruang kuliah dan menerapkan teori yang telah dipelajari dikelas ke dalam praktek lapangan. Kegiatan kuliah lapangan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri.

Kuliah Lapangan Bayat berlangsung selama 10 hari yang berlokasi di Kampus Lapangan Geologi Bayat, Klaten. Kuliah Lapangan Bayat lebih menekankan pada teknik pengumpulan data geologi yang dibantu oleh asisten serta dosen. Teknik pengumpulan data geologi diantaranya seperti pengukuran strikedip, pengamatan batuan, pengamatan geomorfologi, hingga pada pembuatan poster geologi. Sedangkan Kuliah Lapangan Mandiri merupakan penerapan secara mandiri dari apa yang telah didapat pada saat perkuliahan serta pada saat Kuliah Lapangan di Bayat.

Pada Juli 2025, penulis bersama rekan-rekan mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2023 melaksanakan Pemetaan Geologi Mandiri di Zona Rembang. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teori geologi yang telah dipelajari di ruang kuliah secara langsung di lapangan, sekaligus melatih kemampuan observasi, analisis, dan pemetaan geologi pada kondisi sebenarnya.

Kegiatan pemetaan geologi tahun ini berada di Zona Rembang, di mana setiap individu mendapat tanggung jawab untuk memetakan area kavling seluas 5 × 4 km². Kavling saya terletak di Desa Lebengjumuk, Lebak, Putatsari, dan Godan, Kecamatan Grobogan dan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mencakup pengamatan litologi, pengukuran struktur geologi, pencatatan fitur geomorfologi, dan dokumentasi visual lapangan. Proses pengambilan data dilakukan dengan peta dasar, Avenza Maps, dan kompas geologi.

