Penulis: Andrew Hanan Pasha
Di balik peta geologi yang kita lihat di dinding ruang kuliah atau laporan teknis, selalu ada cerita panjang di lapangan—cerita tentang medan yang harus dilalui, batuan yang diamati, hingga interaksi dengan masyarakat setempat. Pemetaan geologi yang dilakukan di Desa Tegalrejo, Dokoro, Karangasem, Sumberagung, Pelemsengir, dan Maitan—mencakup Kecamatan Wirosari, Ngaringan, Tambakromo, dan Todanan—bukan hanya upaya akademis, melainkan juga langkah nyata untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan ini melibatkan area seluas 4 × 5 km dengan skala 1:25.000, memadukan analisis data DEM untuk peta topografi dan observasi langsung di lapangan. Data yang dikumpulkan mencakup paleontologi, petrologi, stratigrafi, dan struktur geologi, membentuk gambaran menyeluruh tentang kondisi geologi lokal.

Pada Juli 2025, penulis bersama rekan-rekan mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2023 melaksanakan Pemetaan Geologi Mandiri di Zona Rembang. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teori geologi yang telah dipelajari di ruang kuliah secara langsung di lapangan, sekaligus melatih kemampuan observasi, analisis, dan pemetaan geologi pada kondisi sebenarnya.

Kegiatan pemetaan geologi tahun ini berada di Zona Rembang, di mana setiap individu mendapat tanggung jawab untuk memetakan area kavling seluas 5 × 4 km². Kavling saya terletak di Desa Lebengjumuk, Lebak, Putatsari, dan Godan, Kecamatan Grobogan dan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mencakup pengamatan litologi, pengukuran struktur geologi, pencatatan fitur geomorfologi, dan dokumentasi visual lapangan. Proses pengambilan data dilakukan dengan peta dasar, Avenza Maps, dan kompas geologi.

