Kecamatan Gunungpati, yang terletak di bagian selatan Kota Semarang, merupakan kawasan strategis yang berperan sebagai daerah penyangga untuk menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan. Namun, pesatnya urbanisasi di Semarang telah memengaruhi kondisi lingkungan di Gunungpati. Kebijakan ekspansi kota ke wilayah selatan menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau, meningkatnya zona kedap air, dan menurunnya area resapan air. Dampaknya adalah meningkatnya risiko banjir, dengan tiga kejadian banjir tercatat di Gunungpati antara tahun 2018 hingga 2022. Proses infiltrasi tanah, yang mencerminkan kemampuan tanah untuk menyerap air, menjadi faktor kunci dalam mitigasi banjir. Laju infiltrasi tanah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penggunaan lahan dan kemiringan tanah. Perubahan pola penggunaan lahan, termasuk meningkatnya area permukiman dan aktivitas pertanian, serta variasi topografi, dapat mengurangi efektivitas infiltrasi.
SDG 15: Ekosistem Daratan
Penulis: Meisya Wahyu Maharani
Pada pemetaan geologi mandiri tahun 2024, saya mendapatkan kavling 97 yang berada pada Kecamatan Keseman, Bringin, dan Padas, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini diawali dengan studi pustaka dan analisis citra DEM (Digital Elevation Model) yang menghasilkan peta geologi tentatif dan peta geomorfologi tentatif. Kemudian, kegiatan pemetaan ini dilanjutkan dengan pengambilan data lapangan dan analisis data. Output dari kegiatan ini berupa pembuatan peta-peta yang pada akhir kegiatan akan ditampilkan dalam bentuk poster yang bersifat informatif terkait kondisi geologi secara lengkap di masing-masing kavling. Peta yang dibuat meliputi peta penyaluran, peta geomorfologi dan profil geomorfologi, peta lintasan, peta geologi dan profil geologi, kolom stratigrafi, serta sejarah geologi untuk memberikan gambaran komprehensif terkait urutan peristiwa geologi yang terjadi di daerah tersebut.
Penulis: Masya Safa Azalia
Pemetaan Geologi merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Teknik Geologi angkatan 2022 yang sedang menempuh semester 5. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamati kondisi geologi di suatu wilayah yang kemudian menghasilkan output berupa peta-peta seperti peta pola penyaluran, peta geomorfologi, dan peta geologi. Rangkaian pemetaan geologi ini terdiri atas surface mapping dan pengolahan data. Pemetaan lapangan berlangsung dari bulan Juli hingga Agustus dan bulan September hingga November untuk pengolahan data dan analisis laboratorium.
Penulis: Dagma Nayotama
Pada pertengahan Oktober 2024, lima mahasiswa dari Program Studi Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada mengikuti kuliah lapangan di kawasan Waduk Kedungombo. Kegiatan ini diselenggarakan oleh departemen mereka sebagai bagian dari mata kuliah Geologi Teknik. Dengan didampingi seorang dosen pembimbing, para mahasiswa melakukan observasi lapangan untuk mempelajari aspek geologi teknik yang berkaitan dengan pengelolaan waduk, seperti karakteristik batuan, struktur geologi, serta analisis stabilitas lereng di sekitar area waduk. Kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung tentang penerapan teori di lapangan, memperkuat kemampuan analisis geoteknik, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana di daerah tangkapan air.
Penulis: Nareswara Kanya Maharsi
Sebagai mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, sudah sepatutnya mengabdikan diri untuk menjadi ‘penjelajah’ di masing-masing belahan bumi yang sudah memilih diri mereka. Selain perjalanan hidup yang harus dilewati, kuliah lapangan atau pemetaan geologi mandiri adalah salah satu kegiatan wajib yang harus dilalui oleh seluruh mahasiswa Teknik Geologi sebelum menyandang gelar sarjana. Sebagai bagian dari syarat kelulusan, kegiatan ini menjadi kesempatan emas untuk belajar langsung di lapangan, mengaplikasikan teori yang diperoleh di ruang kelas, sekaligus menempa mental sebagai calon geolog muda kebanggaan bangsa. Tanpa lelah dan dengan tekad yang kuat, para mahasiswa mengorbankan waktu libur mereka untuk menjadi pengukur bumi sejati. Mulai dari pemetaan di Bayat, Klaten, hingga kavling pemetaan mandiri di Bojonegoro yang terletak di Pegunungan Kendeng, mereka menggali ilmu sambil menghadapi berbagai tantangan nyata di lapangan. Terjalnya medan, panasnya matahari, dan panjangnya perjalanan tak menyurutkan semangat mappers untuk memahami lebih dalam struktur bumi dan fenomena geologi yang tersingkap pada masing-masing belahan bumi yang telah ‘memilih’ jiwa mereka. Kuliah lapangan ini menjadi bukti nyata bahwa menjadi seorang geolog adalah kombinasi antara tekad, kecerdasan, dan cinta terhadap alam.
Penulis : Rayhan Saputra Wicaksana
Kelompok kami terdiri dari 4 orang yang mana terdiri dari Ilham, Tata, Cindy, dan saya sendiri. Kavling kami berada di bagian Timur Pulau Jawa, yang mana hampir merupakan ujung dari Zona Fisiografi Kendeng atau zona pemetaan kami yang diadakan pada tahun ini. Memulai perjalanan pada 15 Juli 2024, dari Jalan Kaliurang menuju Desa Jono, Bojonegoro yang merupakan tempat tinggal kami selama kami melakukan pemetaan mandiri. Berangkat pagi menjelang siang menggunakan sepeda motor melewati Klaten, Surakarta, Ngawi, hingga sampai di Kabupaten Bojonegoro, yang mana memakan waktu hingga 7 jam perjalanan. Pemetaan kami ditemani oleh rekan kami yaitu Budi, Gaby, dan Tegar. Pada akhirnya kami sampai malam hari di Desa Jono yang merupakan Desa tempat kami tinggal, terletak di bagian Utara kavling kami.
Penulis: Fathika Azzahra Putri Wardoyo
Pada Juli 2024, mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2022 melaksanakan pemetaan geologi mandiri pada Zona Kendeng. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu-ilmu geologi yang telah dipelajari secara langsung di lapangan. Setiap peserta mendapatkan kavling berukuran 4×5 meter dengan nomor yang berbeda-beda. Salah satu kavling pemetaan geologi mandiri bernomor 60 yang berlokasi di Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Penulis: Lulu Salsabilla

Bulan Juli merupakan bulan penuh perjuangan karena pada bulan tersebut lahirlah sosok yang memiliki semangat juang tinggi dan pantang menyerah. Pada bulan tersebut, terdapat rangkaian kegiatan yang wajib untuk diikuti para mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada yang bernama Pemetaan Geologi 2024. Pemetaan Geologi 2024 ini memiliki beberapa rangkaian acara yang dibagi menjadi dua, yaitu pemetaan geologi secara berkelompok yang berlokasi di Bayat, Klaten serta pemetaan geologi secara mandiri di wilayah yang sudah ditentukan. Wilayah tersebut memiliki luas 4 x 5 km2 yang biasa disebut kavling.
Penulis: Muhammad Adi Firmansyah

Belakangan ini pada liburan semester genap, mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2022 disibukkan dengan kegiatan lapangan berupa pemetaan geologi yang merupakan salah satu syarat kelulusan dari setiap mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Pemetaan geologi yang berlangsung pada liburan semester genap tahun ini berada pada Zona Kendeng yang tersebar dari Kabupaten Semarang hingga Kabupaten Jombang. Setiap mahasiswa akan mendapatkan daerah pemetaan yang berukuran 4×5 Daerah pemetaan penulis sendiri berada pada Kabupaten Grobogan dan Boyolali, tepatnya pada Desa Sambeng dan Kalimati.
Penulis: Imam Reza Palevi Awaludin
Sebagai mahasiswa Teknik Geologi, pengalaman kuliah lapangan merupakan fase yang sangat penting untuk menerjemahkan teori ke dalam konteks dunia nyata. Dalam perjalanan akademik, kesempatan untuk melakukan pemetaan mandiri di Zona Kendeng, Jawa Tengah, menjadi momen berharga yang menggugah pemahaman terhadap dinamika geologi cekungan busur belakang ini. Zona Kendeng dikenal sebagai area dengan sejarah geologi yang kompleks, yang tercermin dari keberagaman formasi batuannya. Salah satu formasi yang menjadi fokus eksplorasi adalah Formasi Kerek, yang tersusun oleh kombinasi batuan klastik dan batuan karbonat yang kaya akan jejak lingkungan pengendapan masa lampau. Melalui eksplorasi ini, tidak hanya mengamati proses geologi masa lalu, tetapi juga memahami bagaimana rekaman stratigrafi dapat mengungkapkan dinamika sedimentasi dan aktivitas tektonik yang membentuk kawasan ini.