Sadeng dan daerah sekitarnya mungkin terlihat seperti kawasan biasa di Kota Semarang. Namun, di balik perbukitan, sungai, dan permukimannya, terdapat bentang alam yang terbentuk melalui proses geologi dalam waktu yang sangat panjang. Melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri, kondisi tersebut dapat dipelajari secara langsung sekaligus memperkenalkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Salah satu yang menarik adalah Curug Gribik, yang berada di dalam area pemetaan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.
SDG 15: Ekosistem Daratan
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/energi-nasional-hadapi-tantangan-besar-pakar-ugm-diajak-buat-terobosan/
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan Universitas Gadjah Mada memiliki banyak pakar dan peneliti lintas multidisiplin yang diharapkan bisa mendukung program pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan sektor energi nasional. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Yuliot Tanjung bersama jajaran Kementerian ESDM dengan pimpinan dan sivitas akademika UGM, Senin (10/8). Pertemuan tersebut mempertemukan juga dengan sejumlah para pakar dari bidang teknik nuklir, geologi, dan geofisika hingga peneliti di bidang ilmu ekonomi, hukum, dan sosial.
Polemik proyek energi panas bumi atau geothermal di kawasan pegunungan kembali memicu perdebatan publik yang tajam. Di tengah meningkatnya penolakan dan beredarnya isu ancaman gempa bumi, letusan gunung api, pencemaran lingkungan, hingga kerusakan hutan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, pakar panas bumi dari Universitas Gadjah Mada membantah keras berbagai narasi yang dinilai tidak berpijak pada fakta ilmiah, data teknis, dan kajian akademik yang utuh.
Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM, Pri Utami, yang juga pernah menjabat Vice President International Geothermal Association periode 2020–2023, menilai sebagian besar informasi yang beredar di masyarakat terkait geothermal kerap dipelintir tanpa penjelasan ilmiah yang lengkap dan tanpa memahami karakter sistem panas bumi di Indonesia.
Departemen Teknik Geologi menyelenggarakan kegiatan fieldtrip pada hari Sabtu, 25 April 2026 dalam rangka praktikum mata kuliah Geomorfologi dan Penginderaan Jauh bagi mahasiswa program sarjana (S1), serta sebagai bagian dari penguatan materi mata kuliah Geomorfologi pada program defisiensi Program Studi Magister. Kegiatan ini diikuti oleh 158 mahasiswa S1 dan 7 mahasiswa program magister, serta didampingi oleh 15 asisten lapangan. Fieldtrip ini berada di bawah bimbingan dosen pengampu, yaitu Ir. Gayatri Indah Marliyani, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. dan Dr. Ir. Yan Restu Freski, S.T., M.Eng., IPM., yang secara langsung mengarahkan jalannya kegiatan akademik di lapangan.
Yogyakarta, 5 November 2025 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, dalam hal ini Departemen Teknik Geodesi dan Departemen Teknik Geologi, menerima kunjungan delegasi dari Faculty of Geo-information Science and Earth Observation (ITC), University of Twente, Belanda. Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan akademik antara kedua institusi yang telah lama terjalin melalui berbagai program pendidikan dan penelitian bersama di bidang geoscience dan teknologi geoinformasi.
Delegasi ITC yang hadir terdiri atas drs. Jeroen Verplanke dan Lyande Eelderink MSc, yang disambut oleh pimpinan serta dosen dari Departemen Teknik Geodesi dan Departemen Teknik Geologi UGM. Dalam kesempatan tersebut, Departemen Teknik Geologi memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang kolaborasi dalam pengajaran, penelitian, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang geologi terapan dan geoinformatika.
Penulis: Ghozi Haidar Abdur Rohim
Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri tahun 2025 penulis dilaksanakan pada 2–16 Juli di daerah Tawaran dan sekitarnya, Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Luas wilayah pemetaan sekitar 20 km², dengan sebagian besar titik pengamatan dapat diakses menggunakan sepeda motor, sementara beberapa lokasi memerlukan perjalanan kaki. Aktivitas lapangan meliputi pengamatan jenis batuan, pencatatan struktur geologi, dan dokumentasi fitur dan bentang alam maupun aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan geologi setempat.
Penulis: Muhammad Irfan Dwi Nugroho

Kegiatan pemetaan geologi di Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, dilaksanakan dilakukan dengan tujuan memahami secara menyeluruh kondisi geologi permukaan wilayah tersebut. Proses pemetaan diawali dengan persiapan peta dasar dan rencana lintasan yang disesuaikan dengan morfologi dan akses menuju singkapan. Selama kegiatan lapangan, setiap singkapan yang ditemukan diamati secara detail, mencakup warna, tekstur, struktur, ukuran butir, serta tingkat pelarutan batuan. Pengukuran orientasi bidang perlapisan (strike dan dip) dilakukan menggunakan kompas geologi untuk memetakan arah dan kemiringan lapisan batuan. Dokumentasi visual melalui foto dan sketsa lapangan dilengkapi dengan pencatatan koordinat menggunakan GPS, sehingga posisi setiap titik pengamatan dapat dipetakan secara presisi. Selain itu, dilakukan juga pengambilan sampel batuan untuk analisis lebih lanjut. Kegiatan pemetaan berlangsung selama ±18 hari dengan 2 hari waktu istirahat. Pengamatan lapangan dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya. Basecamp kegiatan berlokasi di Desa Bancang, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.Kabupaten Rembang.
Sumber berita: https://ugm.ac.id/id/berita/gamahumat-inovasi-ugm-mampu-ubah-batubara-kalori-rendah-jadi-pembenah-tanah-bernilai-ekologis/
Guru Besar bidang Ilmu Geologi Batubara, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Prof. Ferian Anggara dan tim, mengembangkan Gamahumat, inovasi pembenah tanah yang memanfaatkan batubara berkalori rendah sebagai bahan baku utama. Langkah ini menjadi terobosan untuk menepis anggapan negatif terhadap industri tambang dengan menunjukkan bahwa sisa kegiatan pertambangan dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang bermanfaat bagi pertanian dan reklamasi lahan. “Kami ingin menunjukkan bahwa sektor tambang pun bisa memberi kontribusi positif bagi keberlanjutan lingkungan,” ujar Ferian, Senin (20/10).
Penulis: Wahyuning Putri Andini
128 jiwa, 28 pembimbing, dan 14 asisten. 11 hari yang kelak akan dikenang sebagai salah satu bab terpenting dalam perjalanan akademik kami, dengan 1 tujuan yang sama: Kuliah Lapangan Geologi (KLG) Bayat. SekawanLimo namanya, atau dikenal juga dengan Cimol Bojot, kelompok unik dengan manusia-manusia di dalamnya yang tak kalah unik. Potong kontur, tanjakan jalur air dengan duri dan semak belukarnya, makan siang di tengah sawah yang jauh dari jalanan, ban motor yang tak lekas berputar ditahan tebalnya lumpur, hingga agenda berenang singkat oleh salah satu kawan kami, yang tentunya tak terencana, di tengah sibuknya checking. Bayat dan 22 episode Rembangnya menjadi penutup kisah panjang kuliah lapangan kami, sekaligus membuka babak baru dalam memahami geologi lebih dalam.
Penulis: Rakhma Putri Sya’bana
Pemetaan geologi merupakan suatu kegiatan penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan informasi geologi dari batuan yang tersingkap di permukaan (Brimhall dkk, 2005). Pemetaan dilakukan pada kavling seluas 4×5 km yang terletak di wilayah di wilayah Desa Sumberjatipohon, Sedayu, Lebak, Putatsari, Teguhan, dan Karangrejo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan ini diawali dari hari pertama, kelompok kami menuju kantor Perhutani Purwodadi untuk melakukan perizinan sebelum memulai aktivitas lapangan. Pihak Perhutani menyambut dengan ramah, dan setelah menjelaskan tujuan serta area pemetaan yang akan kami kerjakan, kami mendapatkan izin untuk memasuki wilayah yang dikelola mereka. Pada hari kedua, saya melakukan survei awal untuk menentukan titik-titik stasiun pengamatan yang akan dijadikan lokasi recognize. Agenda hari kedua melibatkan pengamatan cepat terhadap singkapan batuan, morfologi, dan aksesibilitas lokasi, sehingga titik pengamatan yang dipilih benar-benar mewakili variasi geologi di area kavling. Selanjutnya, pada hari ketiga, kegiatan recognize dilakukan bersama dosen pembimbing. Pada recognize, dilakukan pengenalan dan memastikan deskripsi litologi dan pengukuran orientasi struktur dengan dosen.