Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Menyibak Jejak Geologi Ngrayong: Pasir Kuarsa dan Lapisan Batubara yang Tersembunyi

Penulis: Lavandra Naufal Krisnaputra

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 di perbatasan Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Tuban, khususnya di sekitar jalan raya Jatirogo–Bulu, dilakukan untuk memetakan karakter litologi, struktur, dan potensi sumber daya geologi pada kavling yang telah ditentukan. Aktivitas pemetaan dimulai pada tanggal 3 Juli dan berakhir pada tanggal 26 Juli 2025. Pemetaan dimulai dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi singkapan batuan, mengukur orientasi perlapisan, serta mendokumentasikan kondisi singkapan maupun morfologi yang ada pada kavling. Metode pengambilan data meliputi pengamatan langsung (outcrop observation), pencatatan sifat fisik batuan, serta pengambilan sampel untuk analisis laboratorium. read more

Pemetaan Geologi Mandiri 2025: Menelusuri Batuan Karbonat di Perbatasan Blora, Pati, dan Rembang

Penulis: Alya Nabila Putri

Pada Pemetaan Geologi Mandiri 2025, saya mendapatkan kavling yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Blora, Pati, dan Rembang, Jawa Tengah. Wilayah ini memiliki lanskap yang didominasi oleh bentang lahan pertanian seperti ladang jagung, ladang tebu, serta area hutan jati. Selain itu, di dalam area kavling terdapat pula salah satu infrastruktur penting, berupa kawasan bendungan dengan nama Bendungan Randugunting, yang dibangun dengan tujuan sebagai irigasi dan pengendali banjir bagi masyarakat sekitar. Keberadaan bendungan ini menjadi salah satu elemen penting yang mempengaruhi tata guna lahan di sekitarnya dan juga sebagai objek wisata lokal. read more

Pemetaan Geologi Mandiri 2025 di Kavling 29 Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati: Eksplorasi Daerah Pertambangan dan Goa Alami

Penulis: Nazrey Lazuardi

Pada Kuliah Lapangan Geologi Mandiri yang berlangsung pada tanggal 30 Juni 2025 hingga 26 Juli 2025 dan diselenggarakan oleh Departemen Teknik Geologi UGM, saya berkesempatan melakukan pemetaan geologi mandiri dengan pengawasan dosen pembimbing. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan teknis dalam pemetaan geologi, identifikasi, dan pemahaman fitur-fitur geologi secara langsung di lapangan.

Saya mendapatkan Kavling 29 yang terletak di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, yang meliputi beberapa desa, yaitu Desa Sumbersari, Desa Beketel, Desa Purwokerto, Desa Pakis, Desa Karangawen, dan Desa Brati. Proses pemetaan dilakukan secara teliti melalui observasi lapangan, pengukuran stratigrafi batuan, serta pendokumentasian detail struktur geologi yang ada. Dalam kegiatan ini, saya mengidentifikasi berbagai jenis batuan, struktur geologi seperti sesar dan lipatan, serta melakukan interpretasi lingkungan pengendapan berdasarkan data lapangan. read more

Pemetaan Geologi Kavling 33: Identifikasi Litologi, Struktur, dan Manfaat Lokal

Penulis: Irsyad Damar Parikesit

Pemetaan geologi di kavling 33 dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi satuan batuan, struktur geologi, dan potensi sumber daya yang ada di wilayah tersebut. Kegiatan ini mencakup pengamatan litologi, pengukuran orientasi kekar,sesar, dan lipatan menggunakan kompas geologi dan instrument lainnya, pengambilan sampel batuan, serta dokumentasi morfologi daerah. Lokasi pemetaan berada di, Desa Tempuran Kecamatan Blora, Kabupaten Blora dan Sekitarnya, dengan medan berbukit curam yang didominasi lahan pertanian,perkebunan, dan hutan sekunder. Kondisi ini menuntut penggunaan teknik random sampling dan perekaman data secara detail agar informasi geologi terekam secara maksimal. read more

Potret Geologi Desa Prigi: Eksplorasi Potensi, Fitur Geologi, Serta Kontribusi Untuk SDGs

Penulis: Farrell Haidar Akbar

Kegiatan pemetaan geologi di Desa Prigi, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, dilaksanakan untuk mendokumentasikan kondisi geologi permukaan secara komprehensif. Proses pemetaan diawali dengan persiapan peta dasar dan rencana lintasan, disesuaikan dengan morfologi dan akses menuju singkapan. Selama kegiatan lapangan, setiap singkapan yang ditemukan diamati secara detail, mencakup warna, tekstur, struktur, ukuran butir, serta tingkat pelarutan batuan. Pengukuran orientasi bidang perlapisan (strike dan dip) dilakukan menggunakan kompas geologi untuk memetakan arah dan kemiringan lapisan. Dokumentasi foto dan sketsa lapangan melengkapi catatan, sehingga hubungan antarinformasi dapat diartikan dengan jelas. Koordinat setiap titik pengamatan diambil menggunakan GPS untuk memastikan ketelitian pemetaan. Selain itu, dilakukan juga pengambilan sampel batuan untuk analisis lebih lanjut. read more

Menelusuri Cerita Batuan: Perjalanan Kuliah Lapangan Bayat dan Pati–Blora 2025

Penulis: Khrisna Whardani Jatiningsih Nurcahya

Pemetaan Kuliah Lapangan Geologi 2025 merupakan rangkaian kegiatan yang sangat berkesan dalam perjalanan akademik saya sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri, yang masing-masing memberikan pengalaman mendalam pada setiap langkah proses pembelajaran. Kuliah Lapangan Bayat merupakan tahapan awal yang penuh tantangan untuk mempersiapkan mental serta membentuk karakter diri sebagai bekal menuju tahap Kuliah Lapangan Mandiri. Sementara itu, Kuliah Lapangan Mandiri menjadi tantangan utama yang membawa kami untuk berhadapan langsung dengan kondisi lapangan. read more

Pemetaan Geologi 2025, Sebagai Bentuk Dukungan Pembangunan Berkelanjutan

Penulis: Moreno Parlinggoman Sitorus

Selama ±14 hari, mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pemetaan geologi di wilayah Montong–Tanggulangin, yang terletak di bagian utara Sungai Bengawan Solo, Jawa Timur. Wilayah ini merupakan bagian dari zona geologi penting di Jawa Timur dengan potensi lipatan, sesar, serta batuan sedimen Miosen yang khas. Kegiatan ini meliputi pembuatan STA (Stasiun Titik Amat), pencatatan lintasan lapangan (tracking), dan dokumentasi visual yang komprehensif. Selain berfungsi sebagai latihan akademis, hasil pemetaan ini juga memiliki relevansi langsung dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), seperti pengembangan infrastruktur berkelanjutan, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan. read more

Serunya Kuliah Lapangan Geologi

Penulis: Muhammad Izam Syafaat

Geologi, Sampai Mati! — Merupakan jargon atau slogan yang kerap disyairkan oleh mahasiswa Teknik Geologi khususnya HMTG FT UGM. Pada bulan Juni – Juli tahun 2025, mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2023 melaksanakan kuliah lapangan geologi. Momen kuliah lapangan geologi menjadi momen yang dipandang mengerikan oleh mahasiswa geologi. Mengapa demikian? Diawali dengan pemetaan di daerah Bayat, Klaten dan sekitarnya mahasiswa ditempa agar memiliki daya fisik dan pikiran yang kuat selama di lapangan. Selama kurang lebih 10 hari, kegiatan mahasiswa tidak jauh dari bangun pagi ketika subuh, dilanjutkan senam pagi, lalu sarapan, dan pengecekan alat sebelum akhirnya mahasiswa diberangkatkan ke lapangan. Para mahasiswa pasti memiliki kenangan pada kegiatan ini, mulai dari capek, senang, sedih, marah dirasakan oleh semua mahasiswa. read more

Menapaki Jejang Bidadari di Tengah Hutan Jati

Penulis: Anindya Fadhila Khoirunnisa

Mahasiswa Teknik Geologi UGM Angkatan 2023 menjejaki Zona Rembang untuk melakukan pemetaan geologi mandiri, dengan masing-masing mahasiswa mendapat kavling seluas 4 x 5 km yang tersebar di Zona Rembang. Di antara kavling-kavling tersebut, terdapat kavling 109 yang menjadi tanggung jawab seorang mahasiswi bernama Anindya Fadhila Khoirunnisa, atau akrab dipanggil anin. Lokasi kavling 109 berada di Kabupaten Grobogan, mencakup beberapa desa di Kecamatan Tawangharjo, yaitu Desa Godan dan Desa Kemaduhbatur, juga beberapa desa di Kecamatan Grobogan, yaitu Desa Lebengjumuk dan Desa Lebak. Sebagian besar wilayah pemetaan berada di Desa Godan, mencapai 2/3 luas keseluruhan area yang harus dipetakan. read more

Petualangan Dua Minggu, Antara Tantangan dan Temuan di Kavling 60

Penulis: Nisrina Balqis Salsabila

Sebelas hari pemetaan di Bayat telah berlalu, meninggalkan jejak kisah, pengalaman, dan pelajaran yang tak ternilai. Namun perjalanan kuliah lapangan belum berakhir. Langkah kaki kami berlanjut menuju pemetaan mandiri di kavling masing-masing. Kami, angkatan 2023, mendapat kesempatan untuk menjejakkan kaki di zona antiklinorium Rembang. Berbekal pengalaman yang ditimba selama di Bayat, saya memulai pemetaan di kavling 60, wilayah seluas kurang lebih 4 x 5 kilometer yang membentang di Kecamatan Japah dan sekitarnya, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Setiap hari, tepat pukul 08.00, saya dan porter memulai aktivitas, lalu kembali ke basecamp ketika mentari mulai merunduk pada pukul 17.00. Rutinitas itu berulang selama dua minggu, dari 2 hingga 16 Juli 2025. read more