Penulis : Brianka Zakia Pahlawan Putra
Langkah pertama saya di kavling pemetaan terasa seperti membuka lembaran buku alam yang belum pernah dibaca. Udara pagi masih sejuk, embun menempel di ujung rumput, dan deretan perbukitan terlihat jelas di cakrawala. Dengan peta dasar di tangan, palu geologi di pinggang, dan buku catatan lapangan yang siap terisi, saya memulai perjalanan menelusuri setiap singkapan yang tersingkap di balik vegetasi dan tebing kecil.


Kegiatan dimulai dengan menelusuri jalur setapak menuju lokasi singkapan. Setiap berhenti, saya mencatat warna, tekstur, ukuran butir, serta ciri-ciri mineral yang tampak. Pengukuran orientasi perlapisan dilakukan menggunakan kompas geologi, sedangkan foto dokumentasi menangkap detail tekstur dan struktur. Sketsa lapangan dibuat untuk membantu visualisasi hubungan antar satuan batuan. Semua data ini kemudian dipetakan secara manual dan digital, membentuk gambaran geologi kavling secara utuh.


Singkapan di kavling ini menampilkan variasi litologi yang menarik: batu gamping berwarna putih kecokelatan dengan tekstur masif, lempung berwarna abu-abu hingga cokelat dengan plastisitas sedang, batu pasir kuarsa yang didominasi butiran kuarsa bulat dan jernih, serta batu pasir berkomposisi campuran feldspar dan litik. Kombinasi ini mengindikasikan adanya sejarah sedimentasi yang melibatkan lingkungan laut dangkal, pesisir, dan daratan yang saling bergantian dalam waktu geologi.
Hasil pengamatan mengungkap potensi penting di kavling ini, yaitu kombinasi batu gamping dan lempung yang cocok sebagai bahan baku industri semen. Informasi ini tidak hanya bermanfaat bagi penelitian akademis, tetapi juga dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri dalam perencanaan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Dengan dokumentasi yang lengkap, pemetaan ini juga memperkaya basis data geologi regional dan mendukung pengembangan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Mapping Geologi Mandiri 2025 di kavling ini membuktikan bahwa setiap langkah di lapangan adalah perjalanan untuk memahami cerita bumi. Di balik setiap singkapan batu, tersimpan sejarah panjang pembentukan alam yang tidak hanya menjadi objek studi, tetapi juga potensi bagi kehidupan manusia.
Humas Departemen | September 2025