Transisi energi menjadi agenda global yang diusung oleh berbagai negara sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon dan mencapai kondisi net zero. Pelaksanaan agenda tersebut didukung oleh sejumlah landasan hukum, salah satunya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Keberhasilan transisi energi juga tidak terlepas dari ketersediaan sumber daya mineral dan bahan baku yang dibutuhkan dalam pengembangan industri energi.
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Inovasi tidak lahir dalam ruang hampa. Melalui Geothremal Research Centre (GRC), UGM terus menggembangkan riset dan inovasi di bidang panas bumi. Kepala GRC sekaligus dosen panas bumi Departemen Teknik Geologi FT UGM, Bu Pri (Geo-85) menegaskan bahwa kunci keberhasilan dari setiap riset dan inovasi adalah ekosistem riset yang kolaboratif. Ekosistem ini menghubungkan akademisi, industri, dan masyarakat dalam suatu jaringan yang saling menopang sehingga hasil penelitian dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata.

Sebagai tindak lanjut dari pembuatan dan pengajuan rencana induk Geopark Nasional Klaten pada tahun 2025, telah dilakukan kegiatan kunjungan lapangan ke sejumlah situs warisan geologi di wilayah Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan observasi langsung, pendokumentasian, dan verifikasi kondisi geologi pada beberapa lokasi yang memiliki potensi untuk ditetapkan sebagai kawasan cagar alam geologi.
Sebagai bagian dari perkembangan daerah Bayat, Klaten sebagai laboratorium yang sering dikunjungi oleh mahasiswa di Bidang kebumian, Teknik Geologi UGM mengambil peran sebagai pihak yang menjembatani pengetahuan dan potensi yang dimiliki oleh Bayat, Klaten ke berbagai macam pihak. Pada kegiatan ini diwakili oleh Dr. Eng. Ir. Didit Hadi Barianto, S.T., M.Si.,IPM dan Agus Hendratno, S.T., M.T ke beberapa Lokasi yang dikunjungi meliputi situs Lava Bantal di Desa Jarum, yang merupakan singkapan geologi langka dan bernilai ilmiah tinggi. Lokasi kedua adalah Batik Sarwidi sebagai representatif kebudayaan membatik diwilayah Bayat. Lokasi ketiga adalah sentra gerabah melikan yang dikenal dengan teknik putaran miring yang khas. Lokasi terakhir adalah Rowo Jombor, yang memiliki nilai historis dan geologis serta potensi untuk pengembangan edukasi geowisata. Kegiatan di lokasi terakhir ini adalah berupa rapat koordinator antar lembaga terutama dalam hal ini adalah Kementerian Bappenas dan juga Baperida Kabupaten Klaten sebagai pemangku kebijakan utama di Kabupaten Klaten.
Yogyakarta, 22 April 2026 – Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dan PT Agrotekno Estetika Laboratoris menandatangani Joint Development Agreement (JDA) Project Beyond Energy Katrili untuk mengembangkan inovasi pemanfaatan energi panas bumi menjadi pupuk ramah lingkungan. Kerja sama ini dilakukan di tengah kebutuhan nasional akan solusi energi berkelanjutan dan ketahanan pangan, dengan pendekatan riset terukur yang mengolah endapan silika geotermal menjadi pupuk cair berbasis nanoteknologi.
Kamis, 20 November 2025, Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM menerima kunjungan dari BAPPERIDA Kabupaten Brebes. Kegiatan kunjungan tersebut diawali dengan pemaparan oleh Bapak Agus Hendratno, S.T., M.T, sebagai perwakilan dari departemen, mengenai penyusunan dokumen pengusulan enam situs geologi di Kawasan Bumiayu sebagai Situs Warisan Geologi (Geoheritage). Tim dari Departemen Teknik Geologi UGM memberikan pendalaman materi terkait karakteristik geologi, nilai ilmiah, serta signifikansi kebumian dari situs geologi di Bumiayu, Brebes.
Penulis: Rayhan Duta Nirwana
Pemetaan geologi merupakan aspek yang fundamental bagi seorang geologis, karena menjadi dasar untuk memahami persebaran litologi, struktur geologi, sejarah geologi, hingga potensi sumber daya suatu daerah. Bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kegiatan pemetaan lapangan tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kemampuan analisis dan interpretasi terhadap fenomena geologi yang dijumpai langsung di lapangan. Pada kegiatan pemetaan geologi mandiri yang dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan 2023, dilakukan pada fisiografis Zona Rembang yang melampar dari Purwodadi hingga ke Tuban. Zona ini dikenal sebagai jalur lipatan dan sesar yang merupakan satu sistem antiklinorium Zona Rembang.
Penulis: Pelangi Avaya N. S.
Kegiatan pemetaan geologi di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, meliputi wilayah Desa Sukolilo, Porangparing, Kedungwinong, Sumbersuko, Kuwawur, dan Baleadi, dilaksanakan untuk memetakan kondisi litologi, struktur geologi, serta morfologi permukaan. Survei dilakukan dengan mengumpulkan data singkapan batuan, pengukuran orientasi struktur (sesar, kekar, perlapisan), dan observasi bentuklahan. Aktivitas ini tidak hanya bertujuan untuk memahami sejarah geologi daerah, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan serta penataan ruang yang memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis: M.Tegar Kresna Bayu

Ledok merupakan sebuah desa di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan luas sekitar 10 km². Wilayah ini terdiri dari hutan, kebun, lahan pertanian, dan permukiman. Secara geologis, daerah ini termasuk dalam Zona Rembang, bagian utara Cekungan Jawa Timur.
Ledok berada di sebelah barat–laut Cepu dalam Zona Rembang di tepi barat Cekungan Jawa Timur–Laut Jawa. Zona ini adalah jalur lipatan–sesar berarah umum barat–timur yang terbentuk akibat kompresi Neogen serta inversi struktur lebih tua di tepi utara Jawa. Di tingkat cekungan, Ledok termasuk segmen Northeast Java Basin yang terkenal sebagai provinsi migas.
Penulis: John Oliver Home
Kuliah lapangan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran geologi karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di kelas langsung pada kondisi alam sesungguhnya. Salah satu pengalaman berharga yang saya ikuti adalah kegiatan kuliah lapangan di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wilayah ini memiliki karakteristik geologi yang unik, sehingga menjadi laboratorium alam yang ideal untuk mempelajari hubungan antara litologi, struktur geologi, dan potensi sumber daya lokal.
Penulis: Muhammad Irfan Dwi Nugroho

Kegiatan pemetaan geologi di Desa Ngajaran, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, dilaksanakan dilakukan dengan tujuan memahami secara menyeluruh kondisi geologi permukaan wilayah tersebut. Proses pemetaan diawali dengan persiapan peta dasar dan rencana lintasan yang disesuaikan dengan morfologi dan akses menuju singkapan. Selama kegiatan lapangan, setiap singkapan yang ditemukan diamati secara detail, mencakup warna, tekstur, struktur, ukuran butir, serta tingkat pelarutan batuan. Pengukuran orientasi bidang perlapisan (strike dan dip) dilakukan menggunakan kompas geologi untuk memetakan arah dan kemiringan lapisan batuan. Dokumentasi visual melalui foto dan sketsa lapangan dilengkapi dengan pencatatan koordinat menggunakan GPS, sehingga posisi setiap titik pengamatan dapat dipetakan secara presisi. Selain itu, dilakukan juga pengambilan sampel batuan untuk analisis lebih lanjut. Kegiatan pemetaan berlangsung selama ±18 hari dengan 2 hari waktu istirahat. Pengamatan lapangan dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya. Basecamp kegiatan berlokasi di Desa Bancang, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.Kabupaten Rembang.