Geologi untuk Pembangunan Berkelanjutan: Potensi Hidrokarbon dan Kerawanan Longsor di Daerah Sidokumpul, Kendal

Di kesempatan tahun 2026 ini, Zona Serayu Utara menjadi target utama untuk aktivitas mapping mandiri untuk Mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan tahun 2024 di akhir semester 4 ini. Kali ini menyusuri daerah yang cukup bisa dibilang lumayan jauh dari aktivitas magmatisme yakni di zona Kendal. Secara umum, daerah Kendal dipenuhi dengan lapisan sedimen yang terlipat yang sudah terbentuk di kala tersier. Proses perlipatan diikuti dengan aktivitas vulkanisme oleh Gunung Ungaran purba dan Gunung Sindoro di kala kuarter.

Secara geomorfologi, daerah di pemetaan kali ini memiliki persebaran bukit secara struktural maupun vulkanik diikuti dengan adanya erosi dari dataran fluvial. Proses ini dilibatkan oleh dua formasi utama yakni Formasi Kaligetas yang di dominasi dengan breksi vulkanik dan kemudian Formasi Kerek yang di dominasi dengan batu napal. Fitur struktur geologi yang terlibat dibentuk oleh beberapa antiklin yang merupakan hasil dari perlipatan batuan sedimen oleh formasi Kerek, ada pula struktur sedimen yang paling sering dibentuk dari hasil bentuk transportasi dan pecahan fragmen lain yakni breksi yang dihasilkan dari formasi Kaligetas yang awalnya terbentuk dari proses vulkanisme.

 

Di pemetaan ini tidak hanya untuk mempelajari berbagai fitur geologi yang ditemukan, melainkan juga membangun kesan dan pelajaran bagi tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG (Sustainable Development Goals). Khusus nya di daerah pemetaan kali ini memiliki potensi longsor yang sangat besar hal ini dikuatkan dengan keberadaan lereng yang begitu lumayan terjal di daerah selatan pemetaan, hal ini sangat dikaitkan nya dengan mitigasi bencana, dan pembangunan pemukiman yang aman yakni di SDG 11 – Sustainable Cities and Communities.

Saat ini, energi merupakan hal yang sangat krusial untuk melakukan pembangunan keberlanjutan. Potensi sumber energi di daerah pemetaan ini sangat di dominasi dengan unsur perminyakan atau oil and gas. Struktur yang didominasi antiklin dapat diyakini untuk menjadi sumber potensi hidrokarbon atau oil trap di daerah pemetaan. Sumur minyak yang terdapat di daerah pemetaan menjadi bukti bahwa keterlibatannya terhadap pengelolaan dan akses sumber daya energi selain itu penanganan efisiensi sumber daya dan juga pengurangan emisi saat mengelola sumber daya minyak menjadi target utama dalam pembangunan keberlanjutan, hal ini mendukung di SDG 7, SDG 12, dan SDG 13.

Penulis: Adam Mahardika Rahman

 

Humas Departemen | Agustus 2026