Penulis: Ghupita Hanum Sundareni
Pemetaan dilakukan pada wilayah Rembang, Jawa Tengah tepatnya dibeberapa daerah seperti Gunem, Sendangmulyo, Telgawah, Sidomulyo, Dowan, Trembes, dan Kulutan. Wilayah tersebut memiliki karakteristik secara geologi yang menarik serta beragam, mulai dari perbukitan hingga dataran yang membentang disepanjang area kavling. Kegiatan pemetaan dilakukan mulai secara tidak langsung dengan melihat beberapa aspek yang didapat dari data dan kemudian dilakukan pemetaan secara langsung ke daerah masing-masing. Pemetaan dilakukan dengan melihat litologi yang ada pada daerah tersebut. Selain melihat litologi, struktur geologi serta morfologi yang terbentuk didaerah tersebut juga diperhatikan sehingga pemetaan dapat memiliki gambaran mengenai daerah kavling tersebut. Dengan melakukan pemetaan secara sistematis baik secara langsung melalui pengamatan serta memadukan dengan data geospasial, data yang diperoleh dapat menjadi landasan bagi pemeta untuk mengetahui gambaran daerah tersebut serta dapat berguna bagi masyarakat untuk mengelola sumber daya alam secara baik dan bijak. Dengan begitu, potensi lokal dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan berbagai pihak.

Fitur geologi yang hadir pada area kavling beragam, mulai dari perbukitan yang hadir secara merata pada bagian selatan serta dataran yang melampar dibagian utara. Selain itu dibeberapa tempat terdapat struktur yang hadir, seperti adanya sesar dan kekar dibeberapa tempat. Adanya identifikasi fitur geologi tersebut membantu pemeta untuk menentukan lokasi yang baik dan aman serta bermanfaat untuk masyarakat disekitarnya. Pada bagian perbukitan banyak di tumbuhi berbagai macam pohon yang dapat digunakan bagi masyarakat sekitar serta bagian utara berupa lahan yang berisi sawah yang dapat digunakan untuk menghasilkan kebutuhan pangan serta mata pencaharian bagi masyarakat daerah tersebut.
Dari pemetaan yang dilakukan, litologi yang diperoleh, pada bagian selatan didominasi oleh batugamping serta bagian utara didominasi oleh batupasir hingga napal. Litologi tersebut menunjukkan perbedaan pada daerah perbukitan di selatan serta dataran di utara yang memiliki manfaatnya masing-masing dan penting untuk masyarakat disekitarnya. Dengan mengetahui mengenai litologi yang hadir sangat bermanfaat bagi pemeta dan masyarakat untuk merencanakan pemanfaatan lahan dan mengelola sumberdaya yang hadir didaerah tersebut dengan baik. Cara tersebut dapat dimanfaatkan tanpa mengorbankan fungsi ekologis dan menjaga keberlangsungan hidup masyarakat baik kini hingga mendatang.
Kegiatan pemetaan ini dapat bermanfaat dalam mendukung ekonomi masyarakar daerah. Dengan mengetahui kondisi geologi daerah tersebut dapat melakukan perencanaan pemanfaatan lahan untuk pertanian, pariwisata, ataupun industri yang berbasis sumber daya alam yang ramah lingkungan. Baik didaerah selatan dapat digunakan sebagai penghasil kayu yang baik serta bagian utara dapat bermanfaat untuk kebutuhan pangan masyarakat melalui sawah. Selain menghasilkan penghasilan bagi masyarakat, aktivitas ini juga mendorong masyarakat untuk menjaga lingkungan demi keberlangsungan usaha dan hidup untuk kehidupan mendatang. Dengan pendekatan ini, ekonomi dan kelestarian alam akan berjalan beriringan.
Tidak hanya untuk kepentingan ekonomi, pemetaan ini juga berperan penting dalam mitigasi bencana. Wilayah yang memiliki potensi longsor atau banjir dapat diidentifikasi sejak dini, sehingga dapat membuat perencanaan tata ruang yang aman pada daerah tersebut. pada bagian utara seperti Kulutan dan Trembes yang cukup dekat dengan sumber air, sehingga dapat melakukan perencanaan untuk mengantisipasi banjir dengan memperkuat tanggul dan membuat jalur evakuasi. Untuk bagian selatan seperti Telgawah dan Sidomulyo yang memungkinkan terjadi longsor dapat membuat pemberitahuan agar masyarakat dapat terhindar dari bencana tersebut dan dapat melakukan kegiatan seperti sosialisi yang dapat diketahui oleh warga sekitar untuk menghindarinya. Dengan mengetahui hal-hal tersebut, risiko kerugian materi maupun korban dapat diminimalkan. Kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya pun akan meningkat dan mendorong warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Pada akhirnya, aktivitas pemetaan di daerah tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk kesjahteraan dan ketahanan daerah. Data yang dikumpulkan bukan hanya catatan ilmiah yang digunakan untuk kebutuhan pemeta, namun data tersebut dapat dijadikan fondasi bagi pemerintah maupun masyarakat untuk perencanaan Pembangunan yang selaras dengan kebutuhan yang diperlukan. Dengan pemahaman yang tepat, sumber daya alam dapat dimanfaatkan dengan optimal, risiko bencana dapat ditekan, dan potensi ekonomi dapat berkembang.
Humas Departemen | September 2025