Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Antiklin dan Rembesan Minyak: Mengungkap Potensi Sumber Daya di Desa Kedewan, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur

Penulis: Jeremy Alexander Manihuruk

Pemetaan Geologi Mandiri di Zona Rembang pada tahun 2025 memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Pemetaan ini dilakukan untuk melihat fitur geologi unik pada daerah pemetaan hingga potensi sumber daya alam yang terdapat pada daerah pemetaan. Pada artikel ini akan memuat aktivitas yang dilakukan selama pemetaan geologi pada Desa Kedewan, Kec Kedewa, Kab Bojonegoro, Prov Jawa Timur.

Pemetaan Geologi berlangsung dari tanggal 1 – 30 juli 2025 oleh Jeremy Manihuruk di Desa Kedewan, Kec. Kedewan, Kab. Bojonegoro, Jawa Timur, dengan luasan kavling 4 x 5 km. pada awal pemetaan, terlebih dahulu dilakukan reconnaissance (studi pendahuluan) Bersama dosen pembimbing yang kemudian dilanjutkan dengan pemetaan mandiri oleh mahasiswa dan terakhir akan dilakukan checking Bersama dosen pembimbing. read more

Potensi Batupasir Kuarsa Untuk Mendukung SDGs “Infrastruktur Industri dan Inovasi”

Penulis: Najmah Dwina Febyani

Daerah Jatijero, Kabupaten Blora, dikenal memiliki singkapan batupasir kuarsa yang tersingkap jelas di tebing-tebing alami maupun hasil pemotongan jalan. Batupasir kuarsa ini memiliki butiran dominan kuarsa yang terikat kuat, menunjukkan proses sedimentasi dengan sumber material berenergi sedang hingga tinggi, kemungkinan berasal dari lingkungan fluvial atau deltaik purba. Keberadaan batuan ini menjadi potensi geologi yang signifikan, karena selain bernilai akademis untuk studi stratigrafi dan struktur, juga dapat menjadi sumber daya industri seperti bahan baku konstruksi, keramik, maupun kaca. read more

Pemetaan Geologi Kavling 88 Daerah Montong, Tuban, Jawa Timur

Penulis: Novendra Danarjaya

Kegiatan pemetaan geologi di daerah Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dilakukan pada area kerja seluas 4 x 5 km. Daerah ini secara geologi tersusun oleh dua formasi utama, yaitu Formasi Ngrayong dan Formasi Paciran. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, litologi di wilayah ini dibagi menjadi empat satuan utama: (1) perselingan batupasir kuarsa dengan batulempung yang memiliki sisipan packstone, (2) perselingan foraminifera packstone dengan batulempung bersisipan batupasir kuarsa, (3) perselingan foraminifera packstone dengan packstone, serta (4) satuan wackestone bersisipan packstone. Setiap satuan litologi ini memperlihatkan variasi fasies yang mencerminkan perubahan lingkungan pengendapan di masa lalu. read more

Mengungkap Sejarah Melalui Batuan Napal dari Formasi Mundu

Penulis: Taura Muhammad Arief Fiandara

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 di daerah Banjarejo, Blora, Jawa Tengah, dilaksanakan untuk memperoleh informasi geologi secara detail, mencakup litologi, struktur geologi, dan kondisi geomorfologi daerah. Tahapan awal dimulai dengan interpretasi data sekunder, seperti citra DEM, peta geologi regional, dan pengamatan melalui Google Earth. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan jalur pengamatan dan titik stasiun lapangan, sehingga proses pengumpulan data di lapangan dapat dilakukan secara terarah dan efisien. Hasil interpretasi tersebut kemudian diperkuat datanya ketika datang ke lapangan. Ketika berada di lapangan kita perlu mengumpulkan banyak data serta bukti-bukti dari fitur geologi sehingga nantinya dapat diolah menjadi laporan pemetaan maupun poster pemetaan. read more

Potret Geologi Kavling 7 Desa Jamprong: Stratigrafi, Struktur, Morfologi, dan Kontribusi bagi Kajian Regional

Penulis: Ariel Audric Santoso

Kavling 7 Desa Jamprong, yang terletak di wilayah perbatasan Kabupaten Bojonegoro, Blora, dan Tuban, merupakan lokasi dengan nilai geologi dan potensi sumber daya yang tinggi. Secara morfologi, daerah ini didominasi bentuk antiklin yang terdefinisi jelas, sehingga menjadi lokasi ideal untuk mempelajari struktur lipatan dan hubungan antarformasi batuan. Aktivitas pemetaan di kawasan ini bertujuan untuk mendokumentasikan litologi, struktur, dan persebaran formasi, serta mengidentifikasi potensi pemanfaatannya bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan. read more

Mengabdikan Hidup untuk Panas Bumi: Perjalanan dan Dedikasi Pri Utami, Penerima Lifetime Achievement Award INAGA

Sumber Berita : https://ft.ugm.ac.id/mengabdikan-hidup-untuk-panas-bumi-perjalanan-dan-dedikasi-pri-utami-penerima-lifetime-achievement-award-inaga/

“Saya pribadi merasa belum melakukan yang maksimum, tetapi ternyata organisasi profesi panas bumi menganugerahi penghargaan ini. Itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya,” ujar Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM., dosen Departemen Teknik Geologi UGM, ketika ditanya soal penghargaan Lifetime Achievement Award for Commitment and Dedication in Geothermal Education and Science dari Indonesian Geothermal Association (INAGA). read more

Pemetaan Geologi Antiklin Ngiono: Mengungkap Fitur Lokal dan Potensi Sumber Daya di Zona Rembang

Penulis: Maritza Ezekiel Seanna Muhalling

Antiklin Ngiono pada Zona Rembang merupakan salah satu struktur geologi penting di Jawa Tengah yang dikenal dengan lipatan berbentuk memanjang hasil proses tektonik. Dalam rangka mempelajari dan memahami karakter geologi lokal di kawasan ini, dilakukan aktivitas mapping atau pemetaan geologi pada kavling yang telah ditentukan. Kavling pemetaan terletak pada Desa Ngiyono, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

Fitur geologi lokal pada Antiklin Ngiono menunjukkan adanya sebaran batuan sedimen berumur Miosen, yang umumnya terdiri dari batugamping terumbu, batupasir, dan napal. Pada beberapa lokasi, perlapisan batuan terlipat mengikuti sumbu antiklin yang memanjang dari barat ke timur, sesuai dengan tren utama Zona Rembang. Hal tersebut memberikan informasi tentang sejarah geologi daerah tersebut serta dapat menunjukkan potensi sumber daya geologi lokal, seperti bahan galian dan potensi air tanah. read more

Catatan Lapangan Pemetaan Geologi Mandiri 2025: Menelusuri Jejak Geologi di Sumberagung, Grobogan dan Kedungwungu, Blora

Penulis: Ignatia Calya Dhita

Dua minggu di lapangan terasa seperti perjalanan waktu ke masa jutaan tahun lalu. Dalam rangka Pemetaan Geologi Mandiri 2025, saya berkesempatan memetakan wilayah di Jawa Tengah: Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan dan Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Kedua lokasi ini, meski berjarak tak terlalu jauh, menyimpan keragaman geologi yang luar biasa. Dengan membawa kompas geologi, palu, serta buku lapangan, kami menapaki jalur yang kadang berupa jalan setapak di antara sawah, jalan berlumpur, jalan bebatuan, serta jalan panjang di tengah hutan jati, kadang pula harus menaiki bukit yang susah dijangkau menggunakan kendaraan bermotor. Di sinilah seni dari pemetaan lapangan terasa medan yang berubah-ubah memaksa kami beradaptasi sambil tetap meneliti dan mencatat setiap data lapangan yang ditemui. read more

Kembangkan Softskill dan Karakter, HMTG FT UGM Selenggarakan “Geology in Motion: Explore, Engage, & Excel” Bagi Mahasiswa Baru

“GEOTREK: Upgrading Series 2.0” adalah sebuah program kaderisasi yang dirancang untuk mendukung mahasiswa baru Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM dalam menghadapi tantangan dan transisi dari siswa ke mahasiswa. Program ini dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG FT UGM), tepatnya di bawah Divisi Kaderisasi—Bidang PSDM, dengan tujuan untuk mengembangkan softskill dan karakter yang esensial agar mereka siap bersaing dan berkontribusi positif, baik secara akademik maupun profesional dalam dunia geologi. read more

Gunung Katong dari Sudut Pandang Masyarakat dan Geologi

Penulis : Kevin Arka Musyaffa

Pemetaan Geologi Mandiri di Teknik Geologi UGM wajib dilakukan oleh setiap mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di 4 semester pertama. Hal tersebut dilakukan untuk menginplementasikan semua pembelajaran dan praktikum yang telah dilakukan sebelumnya, dan hal ini juga yang menjadi dasar atau pekerjaan utama seorang geologist. Pemetaan yang saya lakukan berada di Daerah Kecamatan Jatirogo, Kecamatan Bangilan dan sekitarnya, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan kaveling berukuran 4 x 5 km. Pemetaan dilakukan secara sistematis mulai dari survei lapangan dengan mendatangi titik titik koordinat yang telah di rencanakan sebelumnya, melakukan orientasi medan, deskripsi singkapan dan morfologi, pendokumentasian, pengukuran struktur dan pengambilan sampel batuan untuk diamati dan di analisis lebih lanjut. Pemetaan dilakukan selama kurang lebih 18 hari dengan waktu offday sebanyak 4 hari. Aktivitas pemetaan dimulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Basecamp yang kami tempati berada di Balai Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban yang berada di pemukiman Warga Dusun Tawun. read more