Penulis : Hafiz Abbad Alhakim
Kuliah Lapangan dan Pemetaan Geologi merupakan kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari mahasiswa Teknik Geologi, saya Hafiz Abbad Alhakim mendapatkan kesempatan untuk melakukan Pemetaan Geologi pada Zona Rembang di daerah Bojonegoro tepatnya di daerah Desa Beji, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Setiap mahasiswa diberikan kavling seluas 4 x 5 km2, namun setiap kavling akan memiliki ciri khas tersendiri yang akan membekas di setiap hati mahasiswa seperti contohnya saya mendapati kavling bernomor 1.
Saya melakukan Pemetaan Geologi mandiri selama kurang lebih 14 hari dengan segala hiruk-pikuk yang terjadi di lapangan. Setiap harinya pemetaan dimulai pukul 07.00 dan mulai timbul niat pulang basecamp sekitar pukul 14.30. Pemetaan kali ini saya menggunakan metode observasi jalan yang ada pada kavling pada hari pertama, kemudian hari kedua dan seterusnya dimulailah petualangan di kavling 1. Terdapat 4 formasi batuan pada kavling 1 yaitu dari yang tertua berupa Formasi Bulu, Formasi Wonocolo, Formasi Ledok, dan paling muda diisi oleh Formasi Mundu.
Ciri khas struktur geologi pada Zona Rembang merupakan banyaknya antiklinorium yang terbentuk akibat dari aktivitas tektonik daerah tersebut, akibatnya banyak terbentuk perangkap minyak dan gas yang dijadikan mata pencaharian oleh warga sekitar ataupun oleh perusahaan seperti Pertamina dan ExxonMobil. Pada kavling saya terdapat komplek Sumur Tua Ngrayong Beji yang menjadi pemeran utama pada pemetaan kali ini, sumur ini merupakan peninggalan dari Belanda ketika masa penjajahan yang ketika Indonesia merdeka sumur-sumur ini ditinggalkan oleh Belanda.
Kami satu kelompok beserta Dr. Jarot Setyowiyoto selaku dosen pembimbing mendapatkan kesempatan melihat secara langsung proses penambangan minyak pada sumur tua ini. Masyarakat sekitar menambang sumur ini dengan cara tradisional yang telah diajarkan secara turun temurun. Penambangan minyak dilakukan dengan bantuan mesin diesel dari sebuah truk yang kemudian dimodifikasi untuk menimba pengambilan minyak pada kedalaman 100 – 115 meter. Penambang salah satu sumur tua menyebutkan bahwa sumur tersebut sudah ditambang selama 15 tahun lebih dan masih menghasilkan minyak hingga sekarang. Pada daerah tenggara kelompok kami juga terdapat Wisata Sumur Tua Wonocolo Teksas yang sangat terkenal dengan tambang minyak tradisionalnya, walaupun ada sebagian sumur yang dikelola langsung oleh Pertamina dan ditambang dengan cara yang lebih modern.